Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Jaringan IPAL Palembang Layani Pengolahan Limbah Lapas Perempuan

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 01:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Jaringan IPAL Palembang Layani Pengolahan Limbah Lapas Perempuan Doc: ANTARA/HO
Ket. Pejabat Kanwil Kemenkumham Sumsel lakukan pengawasan pemasangan jaringan IPAL di Lapas Perempuan Palembang.

Palembang - Jaringan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dibangun Pemerintah Kota Palembang dengan dukungan dana APBD, APBN dan bantuan Pemerintah Australia mencapai Rp624 miliar melayani pengolahan limbah cair dari Lapas Perempuan di Ibu kota Sumatera Selatan itu.

"Untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan di Lapas Perempuan Kelas II A Palembang, sekarang ini pembuangan air limbah telah tersambung ke jaringan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) kota," kata Kepala Lapas Perempuan Palembang Ike Rahmawati di Palembang, Senin.

Kegiatan penyambungan IPAL di lapas itu berlangsung selama 48 hari mulai dari tanggal 24 November 2023 sampai 10 Januari 2024.

"Saya mengucapkan terima kasih atas pengerjaan IPAL di lapas kepada Pemkot Palembang, Dinas PU dan Penataan Ruang Palembang dan CV Adi Praja," ujarnya.

Tujuan dari kegiatan penyambungan air limbah lapas ke jaringan IPAL yakni sebagai bentuk pencegahan pencemaran air tanah akibat pembuangan langsung air limbah ke saluran air.

Dengan adanya penyambungan jaringan IPAL dapat mengalirkan limbah cair dari Lapas Perempuan Palembang ke 'waste water treatmen plant' agar tidak ada lagi limbah cair yang mengotori drainase dan tanah sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Palembang.

"Dengan telah terlaksananya penyambungan IPAL ini, kualitas lingkungan pada Lapas Perempuan Palembang menjadi lebih sehat dan nyaman serta membuat bagian branggang lapas lebih rapi dan tertata," ujar Ike.

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik di Sei Selayur, Kota Palembang, pada 26 Oktober 2023.

"Sistem pengolahan air limbah ini sangat penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, juga meningkatkan kualitas lingkungan," kata Presiden Jokowi.

Presiden mengemukakan kehadiran sistem pengolahan air limbah domestik akan mengurangi pencemaran air di Sungai Musi.

"Kita tahu bahwa Sungai Musi sudah tercemar limbah, sehingga dapat membahayakan kesehatan masyarakat di sini, khususnya masyarakat di sekitar Sungai Musi," katanya.

Presiden menjelaskan bahwa pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat di Kota Palembang menggunakan dana Rp624 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Rp24 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, serta Rp690 miliar dari Pemerintah Australia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.