Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Diajak Bercocok Tanam untuk Tekan Inflasi Daerah

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 06:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Diajak Bercocok Tanam untuk Tekan Inflasi Daerah Doc: ANTARA/Adi Wibowo
Ket. Anggota DPR RI Agustiar Sabran.

Palangka Raya - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan bahwa masyarakat mari melakukan gerakan bercocok tanam di daerahnya, untuk menekan inflasi yang selama ini sering terjadi.

"Bercocok tanam cabai rawit, buah terong atau sayur mayur tentunya dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga sehingga inflasi di daerah dapat di tekan," kata Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin.

Agustiar Sabran yang juga Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng tersebut juga menuturkan, apabila hal tersebut dilakukan di setiap rumah tangga tentunya masyarakat tidak akan panik dengan sejumlah komoditas sayur yang sering naik apabila menjelang hari keagamaan.

Misalnya hari keagamaan Hari Raya Idul Fitri, Natal, tahun baru dan Imlek yang sebentar lagi akan dirayakan umat Tionghoa di Kalteng.

"Ya setidaknya itu juga cukup membantu, maka dari itu hal tersebut kita gaungkan agar masyarakat melaksanakan itu dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya yang bisa digarap," ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalteng dan pemerintah kota dan kabupaten di daerah setempat juga menggencarkan pasar penyeimbang atau operasi pasar murah.

Operasi pasar murah dan pasar penyeimbang tersebut dilaksanakan, apabila sejumlah komoditas di Kalteng ataupun kabupaten/kota mengalami kenaikan harga.

"Maka pasar penyeimbang dan operasi pasar yang diselenggarakan sangat membantu masyarakat dan menjaga daya beli di daerah setempat tetap terjaga. Bahkan paket sembako yang disediakan oleh pemkab/pemkot melalui instansi terkaitnya, sama dengan harga distributor," beber Agustiar Sabran.

Kakak kandung Gubernur Kalteng Sugianto Sabran itu juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah di wilayah Kalteng agar mewaspadai adanya kenaikan harga bahan pangan jelang hari keagamaan serta akibat faktor cuaca yang melanda di daerah setempat.

Sebab, ada daerah yang menjual bahan pangannya di harga yang cukup tinggi sebab adanya gangguan angkutan bahan pangan tersebut karena ruas jalannya terendam banjir akibat luapan air sungai di daerah setempat.

"Semoga saja kekhawatiran kita tersebut tidak akan terjadi, sehingga masyarakat kita nyaman beraktivitas dan harga bahan pangan kita tetap stabil meski ada hari-hari keagamaan," demikian Agustiar Sabran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

55 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.