Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Korsel Dituding Tutupi Kasus Dugaan Gratifikasi Ibu Negara

📅 Minggu, 28 Jan 2024, 15:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Presiden Korsel Dituding Tutupi Kasus Dugaan Gratifikasi Ibu Negara Doc: NBC News/Samir Hussein/WireImage
Ket. Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol dan Ibu Negara Kim Keon Hee yang menjadi pusat episode ini.

JAKARTA - Pemimpin Partai Demokrat (DP) yang beroposisi dengan pemerintah Korea Selatan, Lee Jae Myung, menuding Presiden Yoon Suk Yeol campur tangan dalam urusan Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berkuasa dan menutup-nutupi dugaan kesalahan yang melibatkan ibu negara Kim Keon Hee.

Pernyataan itu muncul setelah Yoon berselisih dengan Han Dong Hoon yang menjadi ketua umum PPP yang tengah berkuasa itu.

Perselisihan ini dipicu oleh tudingan bahwa pada 2022 Kim menerima tas mewah sebagai hadiah, selain karena mengganggu pemilihan calon presiden dari partai itu untuk pemilu April nanti.

"Presiden tidak hanya gagal berkomunikasi dengan publik, tetapi juga aktif terlibat dalam menyembunyikan kasus seputar ibu negara, melakukan campur tangan terang-terangan dalam urusan partainya, dan ikut campur dalam pemilu," kata Lee Jae Myung.

Di tengah kekhawatiran bahwa perpecahan itu dapat merugikan PPP dengan pemilu yang tinggal 80 hari lagi, Yoon dan Han, tak sengaja bertemu di lokasi kebakaran pasar awal pekan ini.

Lee Jae Myung mendesak Yoon fokus menangani isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjauhi urusan politik, sementara PPP disebutnya fokus mengambil strategi-strategi populis dan mempertahankan kekuasaan.

Ketua partai oposisi itu menegaskan, bersekutu dengan kekuatan politik tertentu atau mengintervensi urusan partai adalah melanggar hukum.

Ibu negara Kim diduga menerima tas Christian Dior senilai 3 juta won (Rp35 juta) dari seorang pendeta Korea-Amerika pada 2022.

Berdasarkan Undang-Undang Anti-Korupsi Korea Selatan, pejabat publik dan pasangannya dilarang menerima hadiah atau janji hadiah dari siapa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung, jika nilainya melebihi 1 juta won (Rp11,8 juta).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.