Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Unair Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Cegah Penuaan Dini

📅 Minggu, 28 Jan 2024, 08:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti Unair Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Cegah Penuaan Dini Doc: uvahealth
Ket. Ilustrasi stem cell.

JAKARTA - Para peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Surabaya, tengah mengembangkan terapi stem cell untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dini.

"Kami melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana terapi stem cell bisa mencegah berbagai tanda penuaan dini pada seseorang. Pada prosesnya, kami melakukan terapi stem cell pada 30 laki-laki dan perempuan berusia antara 40 sampai 70 tahun. Setelah itu, kami menganalisa apa saja permasalahan kulitnya," kata Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Dr Purwati, dr Sp.PD, K-PTI, FINASIM dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/1).

DokterPurwati menjelaskan bahwa para pasien tersebut diukur permasalahan kulitnya menggunakan metode yang akurat untuk mengetahui kondisi dari tujuh permasalahan kulit, yakni bintik hitam, pori-pori besar, kulit kasar, keriput, jerawat, noda matahari, dan kulit kering.

Dalam penelitian ini, pihaknya meminta para pasien untuk menggunakan formula stem cell sebanyak dua kali sehari selama enam bulan dan dipantau secara rutin selama enam minggu sekali.

"Para pasien kemudian menggunakan formula yang mengandung stem cell sebanyak dua kali sehari, dalam kurun waktu enam bulan. Dalam periode ini, kami juga melakukan pengecekan berkala sebanyak enam minggu sekali. Hasilnya, tak ada satupun pasien yang mengalami reaksi alergi maupun keracunan. Artinya formula stem cell ini sangat aman," katanya.

Setelah kurun waktu enam bulan, para pasien kemudian kembali diukur kondisi kulitnya, dan hasilnya diketahui terapi stem cell dapat mengurangi berbagai permasalahan kulit.

"Setelah kami lakukan pengukuran kembali, terbukti bahwa stem cell mampu mengurangi kondisi bintik hitam, pori-pori besar, kulit kasar, keriput, jerawat, noda matahari, dan kulit kering secara signifikan. Selain itu, 90 persen dari para pasien juga mengaku puas dengan hasil perawatan dan merasa bahwa terapi ini bisa mengurangi keriput, membuat kulit jadi lebih lembab, dan mengurangi pigmentasi," kata drPurwati.

Dia mengatakan saat ini banyak masyarakat yang mengalami penuaan dini yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti mengkonsumsi alkohol, kurang tidur, stres, hingga banyak mengkonsumsi makanan cepat saji.

Hal ini mendorong industri kesehatan dan kecantikan untuk menghadirkan berbagai jenis perawatan kosmetik, seperti penggunaan kolagen, vitamin C, dan retinol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.