Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OIKN Sebut Penerapan IKN Kota Spons untuk Kelola Air Secara Bijak

📅 Sabtu, 27 Jan 2024, 06:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
OIKN Sebut Penerapan IKN Kota Spons untuk Kelola Air Secara Bijak Doc: ANTARA/Aji Cakti
Ket. Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri menyampaikan keterangan kepada awak media dalam acara Nusantara Fair, di Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengungkapkan penerapan IKN sebagai kota spons bertujuan untuk mengelola sumber daya air secara bijak.

"Sebagai kota spons maksudnya secara sederhana IKN mengelola air secara bijak," ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, di Jakarta, Jumat.

Menurut Myrna, pengelolaan air melalui konsep kota spons adalah bagaimana ketersediaan air bisa ditahan dan dimanfaatkan lebih lama, serta kemudian bisa dijaga jangan sampai menimbulkan akibat yang tidak diinginkan misalnya genangan ataupun banjir.

Dengan demikian, desain kota IKN sedemikian rupa bisa menyediakan ruang untuk adanya tampungan air (reservoir), sudah dibangun embung-embung misalnya yang ada di dalam kota. Infrastruktur embung sendiri untuk penampungan air dan bisa untuk menjadi sarana rekreasi serta sebagainya.

Lalu diharapkan juga karena curah hujan di IKN cukup tinggi, sehingga warga kota tidak menyia-nyiakan air hujan dengan melakukan penampungan atau pemanenan air hujan.

"Dengan demikian, kita lebih bijak (memanfaatkan) air, di mana tidak harus menggunakan air baku untuk kepentingan-kepentingan seperti menyiram tanaman atau toilet, cukup dengan memanfaatkan air hujan," kata Myrna.

Dia mengatakan bahwa sumber daya air membentuk siklus-siklus, di mana air turun dari atas, kemudian dimanfaatkan, dan pada akhirnya kembali ke atas.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, pengelolaan sumber daya air perkotaan bertujuan untuk memberikan keamanan akses air minum yang andal, sistem sanitasi yang layak, perlindungan sumber air dari polusi, dan pengurangan risiko banjir dalam satu sistem pengelolaan air terpadu.

Strategi ini menerapkan prinsip kota spons (sponge city) guna mengintegrasikan jaringan biru dan hijau, agar dapat memberikan manfaat kenyamanan dan kesehatan bagi penduduk IKN.

Konsep dan elemen kota spons diterapkan secara luas di IKN terutama untuk mengembalikan siklus alami air yang berubah karena pembangunan. Penerapan konsep ini akan memberikan manfaat pemanenan air untuk tambahan ketersediaan air dan pengurangan bahaya banjir, manfaat pemurnian air dan pelestarian ekologi, efisiensi sistem sumber daya, serta manfaat rekreasi bagi masyarakat.

Kota spons mengacu pada kota yang berperan seperti sponsmampu menahan air hujan agar tidak langsung melimpas ke saluran-saluran drainase dan yang mampu meningkatkan peresapan ke dalam tanah, sehingga bahaya banjir dapat berkurang serta kualitas dan kuantitas air dapat meningkat melalui penyaringan tanah dan penyimpanan dalam tanah (akuifer).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.