Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jajaran Kejaksaan Dilarang Flexing, Harus Jaga Etika

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 09:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jajaran Kejaksaan Dilarang Flexing, Harus Jaga Etika Doc: ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung
Ket. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

JAKARTA - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengingatkan kepada jajarannya tentang etika, tata krama, dan adab sebagai seorang jaksa, salah satunya tidak boleh sembarangan dalam penampilan.

"Menjadi seorang jaksa tidak boleh sembarangan dalam berpenampilan," kata Burhanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/1).

Menurut orang nomor satu di Kejaksaan Agung itu, sejak lulus dan dilantik menjadi seorang jaksa sudah dibekali dengan kode perilaku jaksa seperti tidak boleh bertato, tidak boleh berjenggot, tidak boleh bertindik sembarangan, tidak memakai pewarna rambut yang dilarang, termasuk tidak pamer kemewahan (flexing) karena jaksa itu melekat secara personality pada diri seseorang.

Imbauan, instruksi, dan edaran mengenai kode etik perilaku jaksa, kata Jaksa Agung, sudah beberapa kali disampaikan, baik melalui edaranmaupun dalam berbagai kesempatan.

Burhanuddin mengingatkan kembali bahwa kode etik perilaku jaksa, terutama pada masa perkembangan media sosial dan dunia digital yang sangat mengkhawatirkan, terlebih lagi seorang jaksa adalah bagian dari penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh dan teladan.

Dari cara berpakaian, Burhanuddin mengingatkan agar jaksa menggunakan seragam jaksa (gamjak) supaya masyarakat bisa membedakan mana jaksa dan aparat lainnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa jaksa tidak boleh mendatangi tempat-tempat tertentu yang dapat merugikan institusi seperti tempat hiburan malam dan sejenisnya.

"Menjadi seorang jaksa itu tidak mudah karena kerap mendapat sorotan di tengah masyarakat, apalagi pada era yang rentan viral, cara bertutur di tengah masyarakat juga harus mengutamakan tata krama, adab, dan etika," ujarnya.

Etika, tata krama, adab, danetika jaksa, lanjut dia,menjadi bagian dari hukum yang hidup di tengah masyarakat.

Ketika jaksa memiliki kepribadian dan penampilan yang buruk, menurut dia, akan berpengaruh pada kinerja, terlebih lagi tentang penilaian seseorang yang negatif. Dengan demikian,apa pun perbuatan baik yang dilakukan kejaksaan menjadi tidak bernilai.

Burhanuddin menekankan bahwa jaksa harus memiliki kepekaan sosial, rasa empati, dan yang paling penting adalah good character (karakter yang baik) sehingga jaksa sebagai penegak hukum yang humanis adalah cerminan jaksa masa kini dan pada masa mendatang.

"Tidak ada larangan bermain media sosial yang bisa memperkenalkan jaksa humanis dan kinerja kejaksaan di mata masyarakat. Jadilah jaksa yang dicintai dan dipercaya masyarakat dalam segala hal," kata Burhanuddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

56 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.