Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

60 Warga Cibeber Mendapat Perawatan Diduga karena Keracunan Nasi Kotak

📅 Selasa, 23 Jan 2024, 06:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
60 Warga Cibeber Mendapat Perawatan Diduga karena Keracunan Nasi Kotak Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Puluhan warga Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjalani perawatan di gedung olahraga karena diduga keracunan setelah menyatap nasi kotak, Senin (22/1/2024).

Cianjur - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 60 orang warga di Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, mendapat perawatan intensif dari tenaga kesehatan di puskesmas setempat karena diduga keracunan nasi kotak.

Kepala Dinkes Cianjur, Yusman Faisal saat dihubungi Senin, mengatakan sebagian besar warga yang mengalami keracunan mengeluh mual, muntah, diare dan pusing setelah menyantap nasi kotak yang diberikan seorang warga dalam syukuran rumah.

"Kami sudah mengirim petugas ke lokasi untuk mengambil sampel makanan nasi kotak yang diduga sebagai penyebab keracunan masal yang menimpa puluhan warga di Kampung Lembur Tengah, Desa Salamnunggal," katanya.

Pihaknya mendata dari 60 orang warga yang menjalani perawatan sejak Senin pagi, seorang diantaranya dirujuk ke RSDH Cianjur, karena mengalami dehidrasi akut, sedangkan 12 orang lainnya masih menjalani observasi di Puskesmas Cibeber, sedangkan puluhan lainnya sudah diperbolehkan pulang.

"Puluhan orang warga yang didominasi orang tua itu, sempat menjalani perawatan dari tenaga kesehatan di gedung olahraga Desa Salamnunggal karena puskesmas tidak dapat menampung pasien," katanya.

Dokter Puskesmas Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, dr Sri Daniasari, mengatakan puluhan warga tersebut mulai mengalami gejala mual, pusing, diare sejak Minggu malam, namun baru Senin diri hari memeriksakan diri ke bidan dan puskesmas setempat.

Seiring terus bertambahnya warga yang mengeluhkan keracunan hingga Senin siang, membuat pelayanan kesehatan dialihkan ke gedung olahraga desa, satu orang warga terpaksa dirujuk ke rumah sakit swasta di Cianjur karena mengalami dehidrasi akut.

"Sampai Senin petang, tinggal 12 orang yang masih menjalani observasi di puskesmas, sebagian besar warga lainnya sudah diperbolehkan pulang namun masih mendapat pengawasan dari bidan dan tenaga kesehatan setempat," katanya.

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan masal itu, namun keterangan dari warga yang menjalani perawatan setelah menyantap nasi kotak yang diberikan warga usai selamatan rumah.

"Belum diketahui dari makanan yang mana yang menyebabkan keracunan, sampel makanan sudah dibawa Dinkes Cianjur guna dilakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.