Korut: Putin Segera Kunjungi Pyongyang
📅 Senin, 22 Jan 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/VALERY SHARIFULIN
SEOUL - Presiden Russia, Vladimir Putin, telah menyatakan kesediaannya untuk segera mengunjungi Pyongyang, kantor berita KCNA melaporkan informasi ini pada Minggu (21/1), setelah Putin bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut), Choe Son-hui, di Russia pekan lalu.
"Pemerintah Korut dengan hangat menyambut kunjungan Presiden Putin ke Pyongyang dan siap menyambut sahabat terdekat rakyat Korea dengan sangat tulus," kata Menlu Choe kepada Putin.
"Presiden Putin berterima kasih kepada pemimpin Korut, Kim Jong-un, atas undangannya untuk mengunjungi negara kita," lapor KCNA yang mengutip pernyataan dari kantor Kementerian Luar Negeri Korut.
Jika terlaksana, maka hal ini akan menjadi perjalanan pertama pemimpin Russia tersebut ke Korut dalam lebih dari dua dekade.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada 15 Januari lalu mengatakan bahwa Russia berharap kunjungan Putin ke Korut, atas undangan Kim Jong-un, akan dilakukan di masa mendatang, namun menambahkan bahwa belum ada tanggal yang disepakati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan KCNA berbahasa Korea pada Minggu menyatakan bahwa Putin bermaksud untuk segera berkunjung, namun laporan berbahasa Inggris berikutnya mengatakan bahwa Putin bersedia untuk melakukannya sesegera mungkin.
Selama kunjungan Menlu Choe, Russia berterima kasih kepada Korut atas dukungan dan solidaritasnya dalam operasi militer Moskwa di Ukraina, kata KCNA.
Moskwa dan Pyongyang juga menyatakan keprihatinan serius atas tindakan provokatif Amerika Serikat (AS) dan sekutunya terhadap hak kedaulatan Korut, serta setuju untuk bekerja sama dalam menangani situasi regional, kata laporan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kerja sama antara Pyongyang dan Moskwa akan sejalan dengan semangat Piagam PBB dan hukum internasional lainnya, imbuh laporan tersebut.
Setelah mengambil alih jabatan dari Boris Yeltsin pada tahun 1999, Putin mengunjungi Pyongyang pada Juli 2000 untuk bertemu dengan Kim Jong-il, ayah dari Kim Jong-un.
Presiden Russia menerima undangan Kim ketika mereka bertemu untuk menghadiri pertemuan puncak di Timur Jauh Russia pada September 2023 lalu, kata Peskov sebelumnya.
Pertemuan DK PBB
Meningkatnya hubungan antara Kim Jong-un dan Vladimir Putin dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kekhawatiran AS dan sekutu-sekutunya, yang mengutuk perdagangan senjata antara kedua negara sebagai pelanggaran terhadap beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pada Minggu, Korut mengecam keras pertemuan Dewan Keamanan PBB baru-baru ini yang membahas peluncuran uji coba misil hipersonik Pyongyang pekan lalu dan sejumlah isu lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!