Dengan Dua Metode Pengujian Chery Omoda E5 Mampu Melaju Hingga 430 dan 505 Kilometer
📅 Senin, 22 Jan 2024, 20:54 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - SUV Listrik futuristik dari Chery, yaitu Chery Omoda E5, memiliki jarak tempuh yang bisa menjadi pertimbangan utama bagi konsumen yang ingin segera memiliki kendaraan listrik. Melalui metode pengetesan WLTP (Worldwide harmonized Light Vehicles Test Procedure) dan NEDC (New European Driving Cycle), memiliki hasil yang menggembirakan.
Dengan metode WLTP Chery Omoda E5 memiliki jarak tempuh mencapai 430 km untuk satu kali pengisian penuh baterai. Sedangkan dengan NEDC, SUV yang akan diluncurkan ke pasar pada Februari 2024 memiliki jarak tempuhnya mencapai 505 km.
"Dengan hasil pengujian yang mengesankan ini, Chery Omoda E5 menjadi kendaraan listrik yang memiliki jarak tempuh terjauh di kelasnya," kata Head of Brand PT Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan, melalui siaran pers Senin (22/1).
Ia mengatakan, memahami jarak tempuh merupakan salah satu faktor terpenting bagi konsumen. Dengan jarak tempuh yang dicapai oleh Chery Omoda E5 tersebut konsumen akan lebih nyaman dalam aktivitas perjalanan jarak jauh.
Pengujian dengan metode WLTP memberi hasil yang lebih realistis Dalam pengujian daya baterai dan jarak tempuh kendaraan listrik, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan. Umumnya ada tiga metode, yaitu NEDC, CLTC dan WLTP.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Metode WLTP dipilih oleh Chery sebagai standar pengujian karena bisa memberikan simulasi kondisi berkendara yang lebih mendekati situasi nyata. Dari tiga siklus pengujian dengan durasi dan kecepatan bervariasi, mulai dari perkotaan, pinggiran kota, hingga jalan tol, WLTP memberikan gambaran paling akurat tentang jarak tempuh mobil listrik di dunia nyata," kata Rifkie.
Ia menerangkan, metode WLTP merupakan metode uji jarak tempuh yang paling realistis saat ini karena sesuai dengan standarisasi uji coba dunia. Pengujian ini dilakukan dalam kondisi yang lebih mendekati gaya berkendara normal.
Di siklus perkotaan dengan kecepatan rata-rata 21 km per am, siklus pinggiran kota dengan kecepatan rata-rata 35 km per jam. Siklus jalan tol dengan kecepatan rata-rata 75 km per jam dan siklus gabungan yang merupakan kombinasi dari ketiga siklus sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengujian dengan WLTP mendekati gaya pemakaian normal. Hal ini karena metode ini memperhitungkan kondisi berkendara yang bervariasi. Hasil uji jarak tempuh Chery Omoda E5 dapat memberi gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan mobil ini untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehari - hari.
Metode WLTP meningkatkan kepercayaan diri dan menjawab kekhawatiran konsumen dengan informasi yang akurat. Hasil uji jarak tempuh Chery Omoda E5 yang mencapai 430 km dapat meningkatkan kepercayaan diri pengguna. Dengan hal ini, pengguna dapat mengetahui secara pasti kemampuan mobil ini untuk menempuh jarak tertentu.
Mobil ini juga menawarkan konsumsi daya baterai yang irit yakni 15,5 kWh per 100 kilometer (metode WLTP), serta performa akselerasi impresif yakni 0-100 km per jam dalam waktu 7,6 detik. Dengan keunggulan jarak tempuh dan efisiensi energi yang ditawarkan, Chery Omoda E5 akan berpotensi menjadi pilihan utama bagi pecinta mobil listrik di Indonesia. SUV ini akan resmi hadir pada awal Februari 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!