Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Maladewa Desak India Tarik Pasukan dari Wilayahnya pada 15 Maret

📅 Senin, 15 Jan 2024, 12:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Maladewa Desak India Tarik Pasukan dari Wilayahnya pada 15 Maret Doc: CNA/AFP/Afrah MOHAMED
Ket. Pariwisata menyumbang hampir sepertiga perekonomian di Maladewa, yang terkenal dengan resor kelas atas dan pengunjung selebritinya, dengan orang India merupakan penyumbang terbesar kedatangan wisatawan asing.

PRIA - Maladewa mendesak India untuk menarik pasukan dari wilayahnya pada tanggal 15 Maret, kata seorang pejabat, Minggu (14/1). Sebuah langkah yang akan semakin memperburuk hubungan antara kedua negara bertetangga di Asia Selatan itu.

Presiden Maladewa Mohamed Muizzu memenangkan pemilu tahun lalu dengan janji akan mengakhiri kebijakan Maladewa yang "mengutamakan India" di wilayah di mana New Delhi dan Beijing bersaing untuk memperebutkan pengaruh.

Sebuah kontingen kecil yang terdiri dari sekitar 80 tentara India ditempatkan di kepulauan Samudera Hindia untuk memberikan dukungan peralatan militer yang diberikan ke Maladewa dan membantu kegiatan kemanusiaan di wilayah tersebut.

Muizzu mengusulkan penghapusan keberadaan tentara India dalam pembicaraan di kementerian luar negeri antara delegasi senior kedua negara.

"Dalam pertemuan ini, atas nama Presiden Muizzu, delegasi Maladewa mengusulkan penarikan pasukan India paling lambat tanggal 15 Maret," kata Ahmed Nazim, Direktur Kebijakan di Kantor Kepresidenan kepada wartawan.

"Tanggal ini diusulkan dalam agenda oleh pemerintah dan khususnya presiden. Diskusi-diskusi ini sedang berlangsung."

Dalam kampanyenya, Muizzu menyebut pengaruh besar New Delhi sebagai ancaman terhadap kedaulatan dan berjanji akan menyingkirkan pasukan India.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah pasukan India tidak bisa tinggal di Maladewa. Itu kebijakan pemerintah. Itu juga janji presiden dan apa yang diinginkan rakyat Maladewa, tambah Nazim.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri India tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tiongkok dan Maladewa meningkatkan hubungan mereka selama kunjungan kenegaraan pertama Muizzu ke Beijing pekan lalu dengan menyetujui "kemitraan kerja sama strategis yang komprehensif" yang membuka peluang bagi raksasa Asia itu untuk meningkatkan investasinya di Maladewa.

Maladewa berutang kepada Tiongkok sebesar 1,37 miliar dollar AS, atau sekitar 20 persen utang publiknya, menurut data Bank Dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.