Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masih Dikoordinasikan, UNHCR Belum Pastikan Lokasi Penempatan Rohingya di Aceh

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 07:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masih Dikoordinasikan, UNHCR Belum Pastikan Lokasi Penempatan Rohingya di Aceh Doc: ANTARA/Rahmat Fajri
Ket. Diskusi publik oleh Aceh Resource and Development (ARD) bertema "Persoalan pengungsi Rohingya di Aceh, tanggung jawab siapa?", di Banda Aceh, Sabtu (13/1/2024).

Banda Aceh - Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi(UNHCR) belum menemukan lokasi pasti untuk penempatan pengungsi Rohingya yang saat ini tersebar di berbagai daerah di Aceh.

"Kita tunggu, masih kita tunggu, belum ada keputusan akan penempatan di mana," kata Protection Associate UNHCR Muhammad Rafki, di Banda Aceh, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan Muhammad Rafki di sela-sela diskusi publik Aceh Resource and Development (ARD) yang bertajuk "Persoalan pengungsi Rohingya di Aceh, tanggung jawab siapa?".

M Rafki menjelaskan, secara peraturan disebutkan bahwa memang terkait tempat penampungan itu usulanpemerintah sesuai Perpres 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.

Karena itu, pihaknya terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintahan di Indonesia di semua tingkatan, sehingga memiliki kepastian terkait penempatan pengungsi tersebut.

"Beberapa bulan terakhir, kita UNHCR sudah berkoordinasi dengan pemerintah, baik juga dari provinsi, juga nasional," ujarnya.

Dia menegaskan, semua opsi mereka coba dalam penanganan pengungsi Rohingya itu, dan diharapkan mendapatkan yang terbaik, serta tidak merugikan berbagai pihak, termasuk masyarakat.

"Kita lebih melihat kepada fasilitasnya, fasilitas yang ada sekarang ke mana yang layak, bisa diterima oleh masyarakat, itu boleh kita prioritaskan," kata Rafki.

Seperti diketahui, saat ini pengungsi Rohingya masih ditampung sementara di berbagai lokasi, yakni di Camp Yayasan Mina Raya Kabupaten Pidie, kawasan pelabuhan Sabang. Kemudian, di eks kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, dan Balai Meuseuraya Aceh (BMA) Banda Aceh.

Namun, terkait data pasti berapa jumlah pengungsi Rohingya saat ini di Aceh belum dapat dijelaskan secara terperinci, baik itu yang melarikan diri maupun yang sedang dalam proses hukum.

"Saya harus cek, jadi nanti Insya Allah nanti kita bisa paparkan datanya (jumlah pengungsi Rohingya di Aceh)," demikian Muhammad Rafki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.