Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKSDA Bengkulu Minta Warga Rejang Lebong Waspada Kemunculan Harimau

📅 Minggu, 14 Jan 2024, 17:10 WIB | Oleh:
BKSDA Bengkulu Minta Warga Rejang Lebong Waspada Kemunculan Harimau Doc: ANTARA/HO-BKSDA Bengkulu
Ket. Jejak mirip harimau yang ditemukan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong pada Kamis (11/1).

Rejang Lebong, Bengkulu -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu meminta warga desa penyangga Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, agar mewaspadai kemunculan harimau setelah adanya penemuan jejak mirip binatang dilindungi itu pada Kamis (11/1).

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu Said Jauhari saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu, mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim ke Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang lokasi penemuan jejak mirip harimau oleh warga setempat.

"Kami mengimbau warga di sekitar batas kawasan TWA Bukit Kaba agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap kemunculan harimau setelah adanya penemuan jejak yang diduga harimau sumatera," kata dia.

Dia menjelaskan, sudah ada tim BKSDA dari Resor Bukit Kaba I yang melakukan penelusuran laporan warga desa penyangga TWA Bukit Kaba yaitu Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang pada Jumat (12/1) dan menemukan jejak satwa yang dilindungi itu dalam kebun milik empat warga.

"Ditemukan jejak diduga harimau sumatera di dalam kebun milik warga yang bernama Supri, Amat, Saimin, dan Waryono. Lokasi penemuan jejak ini berada di luar kawasan hutan," ujarnya.

Jejak yang ditemukan itu, kata dia, setelah dilakukan pengukuran memiliki panjang vertikal 13 cm dan horisontal 13 cm. Namun, jejak yang ditemukan itu pada beberapa lokasi sudah tidak jelas karena telah diguyur hujan.

Menurut dia, beberapa petani di lokasi ditemukan jejak mirip harimau itu mengaku kepada petugas BKSDA jika pondok di kebun, kemudian hewan peliharaan maupun tanamannya tidak ada yang dirusak.

"Satwa tersebut keluar dari kawasan hutan pada malam hari dan diduga telah kembali ke hutan. Ini berdasarkan jejak terakhir yang berada di kebun milik warga yang bernama Waryono," kata Said.

Untuk membuktikan keberadaan harimau sumatera yang masuk ke wilayah itu, menurut dia, diperlukan pemasangan kamera trap sehingga dapat diketahui apakah harimau sumatera atau bukan, mengingat sudah lama tidak ditemukan jejak harimau di wilayah itu.

Sebelumnya, pada Kamis (11/1) pagi, seorang warga Dusun IV Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang bernama Yatno (35) mengaku menemukan jejak mirip harimau di kebun miliknya, dan telah dilaporkan kepada pihak perangkat desa setempat.

Jejak mirip harimau seukuran tangan orang dewasa itu kemudian diabadikan Yatno dengan menggunakan kamera HP dan selanjutnya menyebar di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.