Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Ekstrem, Pilot Jet Tempur Rusia Curhat di Medsos Minta Kayu Bakar

📅 Jumat, 12 Jan 2024, 05:58 WIB | Oleh:
Cuaca Ekstrem, Pilot Jet Tempur Rusia Curhat di Medsos Minta Kayu Bakar Doc: Istimewa
Ket. Pangkalan Udara Millerovo, dikenal karena keterlibatannya dalam konflik di Ukraina timur sejak 2014. Ironi permohonan kayu bakar ini sangat kontras dengan pengeluaran pertahanan Rusia, 600 miliar rubel, hampir sepertiga dari total anggaran negara pada tahun 2024.

MOSKOW - Meskipun anggaran pertahanan negara Beruang Merah sangat besar, para penerbang militer Rusia yang ditempatkan di Pangkalan Udara Millerovo, markas Resimen Penerbangan Tempur ke-31, harus menghadapi tantangan berat, cuaca dingin yang ekstrem.

Dilansir oleh Defence Blog, para penerbang ini harus berjuang menghadapi kondisi musim dingin yang keras, dan beralih ke media sosial untuk mendapatkan bantuan kayu bakar guna memanaskan markas mereka.

Ilya Tumanov, seorang tokoh militer dan propagandis Rusia terkemuka, yang, melalui saluran berpengaruh 'Fighterbomber,' menyerukan para pengikutnya untuk mendukung rekan-rekan mereka di Millerovo. Tumanov menekankan situasi yang mengerikan ini.

"Penerbang membutuhkan bantuan. Mereka kedinginan. Butuh kayu bakar untuk menyalakan tungku di lapangan terbang Millerovo."

Pangkalan Udara Millerovo, yang terletak tidak jauh dari perbatasan Ukraina, mengoperasikan jet tempur Su-30SM yang dikenal karena keterlibatannya dalam konflik di Ukraina timur sejak 2014.

Ironi dari permohonan kayu bakar ini sangat kontras dengan pengeluaran pertahanan Rusia yang sangat tinggi. Pada paruh pertama tahun 2023, Rusia melampaui proyeksi anggaran pertahanan awalnya sebesar 12 persen, atau berjumlah 600 miliar rubel. Peningkatan belanja ini telah mendorong belanja pertahanan hingga hampir sepertiga dari total anggaran negara pada tahun 2024, karena Moskow menyalurkan semakin banyak sumber dayanya untuk operasi militer yang sedang berlangsung di Ukraina.

Untuk mendanai apa yang disebut "operasi militer khusus" di Ukraina, Rusia berencana untuk meningkatkan pinjaman negara, yang bertujuan untuk memulihkan stabilitas keuangan melalui proyeksi pemulihan pendapatan minyak dan gas.

Permohonan kayu bakar dari para penerbang Rusia di Millerovo, meskipun terdapat belanja pertahanan yang besar, menyoroti tantangan-tantangan paradoks yang dihadapi oleh personel di lapangan meskipun negara tersebut memiliki alokasi keuangan yang besar untuk pertahanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.