Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WHO Sangat Prihatin dengan Krisis Kesehatan di Ethiopia

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 08:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
WHO Sangat Prihatin dengan Krisis Kesehatan di Ethiopia Doc: AFP
Ket. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (10/1) mengatakan sangat prihatin dengan memburuknya krisis kesehatan di Ethiopia. Kekeringan, konflik, dan pengungsian manusia memicu penyakit dan kelaparan.

Sebuah mosaik yang terdiri dari lebih dari 80 komunitas etno-linguistik, negara terpadat kedua di Afrika dalam beberapa tahun terakhir INI telah mengalami pecahnya kekerasan mematikan atas identitas dan klaim teritorial.

Perang pecah antara pasukan pemerintah dan pemberontak di wilayah Tigray utara Ethiopia pada November 2020, dengan konflik yang ditandai dengan kekejaman massal yang dilakukan oleh semua pihak.

Kesepakatan "penghentian permusuhan" pada November 2022 seolah-olah mengakhiri konflik brutal yang telah berlangsung selama dua tahun.

Namun hal ini belum mengakhiri semua permasalahan Ethiopia.

"WHO sangat prihatin dengan memburuknya krisis kesehatan di beberapa bagian negara ini," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesusi pada konferensi pers di Jenewa.

"Konflik, kekeringan, dan pengungsian mendorong meluasnya kelaparan dan wabah penyakit, termasuk laporan media tentang kondisi hampir kelaparan di Tigray dan Amhara," katanya.

Fenomena cuaca El Nino telah berdampak pada lebih dari 17 juta orang di seluruh Ethiopia, namun dampaknya di wilayah utara sangat memprihatinkan, kata Tedros.

"Wabah penyakit menyebar di Ethiopia utara, sebagai akibat dari konflik, kekeringan, guncangan ekonomi, dan kekurangan gizi, terutama di wilayah Tigray dan Amhara."

Tedros, mantan menteri kesehatan dan luar negeri di Ethiopia, mengatakan lebih dari 30.000 kasus kolera dilaporkan antara Agustus 2022 dan Desember 2023 di seluruh negeri.

"Wabah malaria, campak, leishmaniasis dan demam berdarah juga meningkat," katanya, seraya menyerukan akses yang lebih besar ke daerah-daerah yang terkena dampak untuk menilai kebutuhan.

Dia mengatakan internet masih terputus di Amhara, sementara pembatasan pergerakan juga menghambat komunikasi dan penyediaan bantuan kemanusiaan.

"Pertempuran mempengaruhi akses terhadap fasilitas kesehatan, baik melalui kerusakan atau kehancuran, hambatan jalan dan hambatan lainnya," tambahnya.

Direktur kedaruratan WHO Michael Ryan mengatakan badan tersebut melihat negara-negara terjebak dalam siklus krisis di mana mereka tidak dapat pulih sebelum krisis berikutnya dimulai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.