Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meningkat, Bandar Udara Kualanamu Layani 58.915 Penerbangan Selama 2023

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 01:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meningkat, Bandar Udara Kualanamu Layani 58.915 Penerbangan Selama 2023 Doc: ANTARA/ HO-Istimewa
Ket. Sejumlah penumpang pesawat sedang menanti keberangkatan di Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Medan - Meningkat, Bandar Udara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menyatakan telah melayani sebanyak 58.915 penerbangan selama tahun 2023.

"Untuk pergerakan pesawat melintasi Bandar Udara Kualanamu tercatat 58.915 penerbangan tahun lalu," ucap Head Of Corporate Secretary and Legal PT Angkasa Pura Aviasi Dedi Al Subur di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu.

Jumlah penerbangan baik rute domestik maupun internasional tersebut, lanjut dia, mengalami peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2022.

Bandar Udara Internasional Kualanamu saat ini merupakan hub atau pengumpul penerbangan, sehingga terus membuka maupun menambah frekuensi penerbangan.

"Untuk rute favorit dari KNO (Kualanamu) masih tujuan Cengkareng di Tangerang, dan Batam, sedangkan rute internasional ke Kualalumpur dan Penang di Malaysia," katanya.

Selain itu, ungkap dia, sebanyak 58.915 penerbangan tersebut dengan membawa 7,3 juta penumpang pesawat berbagai maskapai, baik domestik maupun asing.

Sebanyak 7,3 juta penumpang yang terbang via Bandar Udara Internasional Kualanamu tersebut mengalami peningkatan sekitar 26 persen dibandingkan pada 2022.

"Untuk angkutan kargo tercatat sebanyak 48.123 ton atau mengalami penurunan sekitar lima persen dibandingkan tahun 2022," tutur Dedi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelang akhir tahun lalu menyebutkan kinerja sektor aviasi semakin baik dibuktikan dengan meningkatnya pergerakan maupun jumlah penumpang di bandar udara.

"Ini menandakan bahwa kinerja sektor aviasi semakin baik, probabilitasnya meningkat. Dilihat juga jumlah kargo yang keluar masuk dari Soekarno-Hatta meningkat," ucap Budi Karya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.