Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Flu Burung telah Mencapai Antartika untuk Pertama Kalinya

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 10:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Flu Burung telah Mencapai Antartika untuk Pertama Kalinya Doc: Guardian/Robertharding/Alamy
Ket. Skua coklat dan penguin gentoo di Pulau Cuverville, Antartika.

JAKARTA - Flu burung telah mencapai Antartika, meningkatkan kekhawatiran bagi populasi penguin dan anjing laut yang terisolasi dan belum pernah terpapar virus H5N1 mematikan sebelumnya.

Dilaporkan The Guardian, dampak dari kedatangan virus ini belum diketahui, namun para ilmuwan meningkatkan kekhawatiran tentang kemungkinan kegagalan perkembangbiakan populasi satwa liar yang rentan di kawasan ini.

Virus ini ditemukan pada populasi burung pemakan bangkai yang disebut skua coklat di Pulau Burung, bagian dari Wilayah Luar Negeri Inggris di Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan. Burung-burung yang bermigrasi ini mungkin membawanya dari Amerika Selatan dimana flu burung tersebar luas dan telah menewaskan sekitar 500.000 burung laut dan 20.000 singa laut di Chile dan Peru.

Wabah varian H5N1 yang sangat menular saat ini diperkirakan telah menewaskan jutaan burung liar.Para peneliti telah lama mengkhawatirkan potensi dampaknya terhadap satwa liar Antartika, karena banyak spesies tidak ditemukan di tempat lain di dunia dan belum pernah terpapar virus flu burung.

Para penelitidari British Antarctic Survey (BAS)mengambil sampel burung-burung tersebut ketika mereka menemukan kematian yang tidak dapat dijelaskan dan mengirim mereka untuk dites di Inggris.

"Ini adalah peristiwa yang sangat menyedihkan untuk dikonfirmasi.Kami akan terus memantau spesies di pulau ini sebaik mungkin dan terus melakukan penelitian, namun kami tidak yakin akan dampak penuhnya saat ini," kata Ashley Bennison, manajer sains BAS untuk Bird Island.

Pulau Burung dianggap sebagai salah satusitus satwa liar terkayadi planet ini , rumah bagi banyak spesies burung yang terancam punah serta 50.000 pasang penguin yang sedang berkembang biak dan 65.000 pasang anjing laut berbulu.

Pulau ini terletak di ujung barat laut Georgia Selatan, sekitar 600 mil tenggara Kepulauan Falkland.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.