Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Saluran Gendong di Jakbar Masuk ke Tahap Inventarisasi Lahan

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 16:50 WIB | Oleh:
Pembangunan Saluran Gendong di Jakbar Masuk ke Tahap Inventarisasi Lahan Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Pekerja menyelesaikan pembuatan saluran air di Rawa Buaya, Jakarta, Selasa (14/9). Pemkot Jakarta Barat membuat sejumlah kebijakan penanganan banjir di lima lokasi prioritas, salah satunya di Rawa Buaya dengan membersihkan sampah di Kali Mookervart dan membangun saluran gendong sepanjang 1.008 meter persegi.

JAKARTA - Pembangunan saluran gendong di Kelurahan Kembangan dan Kelurahan Rawabuaya, Jakarta Barat memasuki tahap inventarisasi lahan dan bangunan di lokasi target pelaksanaan.

"Masih kami inventarisasi dulu, baru direncanakan, terus eksekusi. Kami tentunya harus tau tanahnya punya siapa, ada bangunan atau ada tanah yang digarap punya siapa," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat, Purwanti Suryandaridi Jakarta, Selasa.

Saluran gendong berfungsi untuk memotong salurandrainase pemukiman agar tidak langsung ke saluran makro seperti kali atau sungai.

Jadi, kata dia, aliran dari saluran drainase akan masuk dulu ke saluran gendong yang biasanya sejajar dengan kali.

"Kemudian baru lewat titik terendah dari saluran gendong masuk ke saluran makronya. Biasanya diatur lewat pintu air," kata Purwanti.

Selain inventarisasi, pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk penggunaan tanah dan pemindahan bangunan.

Hal tersebut, kata Purwanti, dengan catatan rumah-rumah warga tersebut harus memindahkan buangan ari rumah tangga ke depan, atau mereka merelakan tanahnya yang berbatasan dengan dinding penahan (sheet pile) untuk dibangunkan saluran gendong.

Pada dasarnya, lanjut dia, selain saluran gendong terdapat saluranu-ditchdi pinggir kali yang kemudian pada beberapa titik tertentu akan dibuatkan pintu air.

"Jadi kalo air kalinya tinggi tidak masuk ke pemukiman karena sudah ada dinding penahan yang akan menutup sempurna. Nah air warga atau air hujan dialirkan ke pintu air melalui saluran gendong," kata Purwanti.

Agar saluran ini berfungsi sempurna, juga akan disiapkan pompa bergerak (mobile) di pintu air.

"Jadi, kalau hujan deras maka air di saluranakan dipompa ke kali. Kira-kita begitu mekanisme kerjanya. Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan pihak kelurahan karena lokasinya merupakan kawasan padat penduduk," kata Purwanti.

Ia mengaku agak kesulitan untuk membangun saluran tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.