Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

100 Warga Desa Bukit Batabuah Agam Berada di Zona Merah Marapi

📅 Rabu, 10 Jan 2024, 17:22 WIB | Oleh:
100 Warga Desa Bukit Batabuah Agam Berada di Zona Merah Marapi Doc: ANTARA/Altas Maulana
Ket. Gunung Marapi saat mengalami erupsi. Kepala Desa Bukit Batabuah mengungkap adanya 100 lebih warga yang menurutnya berada di zona tidak aman dalam radius 4,5 kilometer dari puncak Marapi.

LUBUK BASUNG - Sebanyak 100 orang warga di Nagari atau Desa Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat berada di zona merah atau daerah yang dinyatakan tidak aman oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) erupsi Marapi.

"Ada warga kami sebanyak 100 orang di radius 4,5 kilometer atau zona tidak aman Gunung Marapi berada di Jorong Batang Salasiah Rubai Cumantiang ," kata Wali Nagari atau Kepala Desa Bukit Batabuah Firdaus, Rabu.

Ia juga menyayangkan dalam pemetaan kesiapsiagaan pada rapat koordinasi bersama BPBD dan TNI-Polri serta PVMBG, tidak dijelaskan adanya pemukiman warga di dalamnya.

"Ini yang kami sayangkan karena di dalam peta ada beberapa rumah penduduk yang tidak ada dalam peta hingga tidak terdeteksi berada di radius 4,5 kilometer," kata Firdaus.

Sebelum itu ada pemukiman masyarakat. Contohnya daerah Tabek Gadang dan Rubai Cumantiang yang di dalamnya ada daerah kecil namanya Bareco. Itu tidak ada dalam peta," kata dia.

Ia menegaskan warga yang berada di radius 4,5 kilometer dari puncak Marapi sekitar lereng gunung bisa diberikan edukasi menyeluruh sebagai langkah antisipasi kesiagaan bencana.

"Yang dibutuhkan paling utama saat ini adalah informasi yang valid agar bisa warga memahami karena jika kami dan kelompok siaga bencana yang menyampaikan kadang tidak diterima," kata dia.

Bahkan warganya mengira level III itu adalah level aman dan level II tidak aman, informasi ini yang tidak maksimal berjalan.

Sementara itu, Asisten Pemkab Agam Rahman mengatakan pihaknya belum bisa memastikan adanya warga yang bertempat tinggal di radius 4,5 kilometer sehingga perlu dilakukan pemetaan secara nyata.

"Ini yang perlu dilakukan pendataan. Kami akan data lagi apakah mereka yang berada di lereng Gunung Marapi termasuk ke dalam zona itu. Mungkin kecemasan warga hingga menyampaikan ini masuk, tetapi ternyata tidak, agar ada kepastian," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.