Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Catat, Penggunaan Pelampung pada Leher Bayi Berbahaya

📅 Senin, 08 Jan 2024, 16:49 WIB | Oleh:
Catat, Penggunaan Pelampung pada Leher Bayi Berbahaya Doc: Istimewa
Ket. Penggunaan ini berisiko menimbulkan cedera otot leher yang berpengaruh pada pertumbuhan tulang belakang bayi.

SURABAYA - Penggunaan pelampung leher pada bayi ternyata berbahaya. Hal ini lantaran penggunaan pelampung leher dapat menyebabkan cedera leher pada bayi. Bahkan American Academy of Pediatric (AAP) telah melarang penggunaan jenis pelampung ini.

Guru Besar Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, Roedi Irawan, mengungkapkan bahwa ada beberapa kondisi itu dapat menyebabkan cedera. Pertama, pemakaian pelampung leher yang terlalu ketat.

"Kalau terlalu ketat akan membuat bayi menjadi kesulitan bernapas," katanya.

Bahkan, penggunaan pelampung leher terlalu sering. Penggunaan ini dapat membuat otot-otot leher menjadi kaku dan tegang. "Kondisi ini berisiko menimbulkan cedera otot leher yang berpengaruh pada pertumbuhan tulang belakang bayi," tuturnya.

Selain itu, berisiko bayi tenggelam. Jika alat itu tidak tepat atau tidak sengaja mengempis, maka akan menyebabkan bayi tenggelam. Penggunaan pelampung leher pada bayi ini harus mendapat pengawasan yang ketat.

Keempat, hal itu dapat mempersempit ruang gerak bayi. Bayi akan kesulitan menoleh, berekspresi, atau menyentuh bagian kepada menggunakan tangan.

"Ini bisa membuat bayi merasa tidak nyaman karena kesulitan melakukan gerakan," paparnya.

Tidak Dianjurkan

Roedi menegaskan bahwa penggunaan pelampung leher pada bayi tidak dianjurkan. Tapi hal ini bukan alasan untuk tidak mengajak bayi berenang. Ada beberapa alternatif lain selain itu. Pertama, ban lengan atau sayap air. Kedua, alat terapung seperti mainan tiup bayi.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa berenang adalah kegiatan yang menyenangkan bagi bayi. Jika bayi belum bisa berenang, tak ada salahnya untuk mengajarkan bayi berenang sejak dini.

Roedi juga menyarankan untuk mengajar bayi berenang selama 10 menit saja.

"Kemudian tingkatkan waktunya secara bertahap. Bayi di bawah 12 bulan tidak dianjurkan berada di dalam kolam renang lebih dari 30 menit per sesinya," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.