Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenali 3 Jenis Cuaca Ekstrem yang Merusak Akibat Perubahan Iklim

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 14:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kenali 3 Jenis Cuaca Ekstrem yang Merusak Akibat Perubahan Iklim Doc: The Conversation/Shutterstock/Muh Zailani Sanusi
Ket. Banjir bandang di Konawe yang dipicu cuaca ekstrem pada 2019.

Erma Yulihastin, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Perubahan iklim membuat anomali cuaca semakin parah. Di Indonesia, sebagai negara kepulauan di garis khatulistiwa, iklim yang berubah membuat cuaca dan kejadian ekstrem semakin sulit diprediksi.

Contohnya fenomena iklim El Nino 2023-2024 yang menyebabkan pemanasan suhu menunda musim hujan di Indonesia hingga awal Januari ini, atau sekitar lima dasarian (sekitar 50 hari) dari kondisi normal. Rekor tersebut melampaui penundaan musim hujan saat El Nino terparah yang pernah tercatat melanda Indonesia pada 1997-1998 (2-3 dasarian).

Perubahan iklim juga membuat cuaca ekstrem semakin intens. Misalnya, iklim yang berubah dapat menambah kecepatan angin dari 5 meter menjadi 10 meter per detik sehingga dampaknya lebih merusak.

Kita perlu mengetahui cuaca ekstrem apa saja yang kerap terjadi di Indonesia agar bisa mengantisipasi risiko ke depannya di tengah perubahan iklim. Setidaknya ada tiga cuaca ekstrem di Indonesia dalam skala menengah atau meso (sekitar 2-2000 km) yang perlu kita waspadai.

1. Squall line

Seperti namanya, squall line adalah fenomena cuaca ekstrem berbentuk garis memanjang. Garis ini terbentuk dari awan kumulonimbus yang terus memanjang hingga menyerupai landasan pesawat, lalu bertemu dengan awan serupa.

Seiring perjalanannya, pertemuan kedua awan ini menciptakan energi yang dahsyat. Squall line yang terjadi di laut bahkan dapat menciptakan hempasan badai (storm surge) lalu membawa angin kencang dan rob ke daerah pesisir.

Banjir rob yang melanda kawasan pantai utara maupun pantai selatan Jawa hingga Bali pada akhir Mei hingga Juni 2020, misalnya, terbentuk karena squall line. Saat itu Brebes, daerah di Jawa Tengah, diklaim mengalami banjir rob terbesar sepanjang sejarah. Fenomena ini bahkan menciptakan gelombang tinggi yang berisiko menimbulkan abrasi di kawasan pesisir dan merusak infrastruktur seperti tanggul ataupun jembatan.

Dari mana squall line ini muncul? Kami dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional merekam perjalanan squall line saat itu terbentuk di Sumatra bagian tengah.

Awalnya, kami mengira squall line akan meluruh atau menyeberang ke arah Selat Malaka yang berada antara Malaysia dan Pulau Sumatra. Ternyata squall line saat itu malah bertahan lalu mengarah ke Selat Sunda dan berlangsung lebih dari 24 jam. Ini menandakan betapa dahsyatnya energi badai dari squall line saat itu karena bisa mengambil energi dari sekitar beberapa kali untuk memperkuat dirinya dan melanjutkan perjalanan sampai Bali.

Lantas, berapa kecepatan squall line tersebut untuk menyeberang dari Sumatra ke Jawa? Perhitungan kami sekitar enam jam. Jadi, jika squall line terbentuk pada dini hari, warga di Banten dan Jawa Barat perlu bersiap-siap sejak pagi untuk menghadapi badai dan gelombang tinggi.

2. Bow echo

Bow echo adalah fenomena cuaca ekstrem squall line tapi melengkung seperti busur atau bumerang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.