Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Serukan Houthi untuk Berhenti Serang Aktivitas Pelayaran

📅 Jumat, 05 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh:
PBB Serukan Houthi untuk Berhenti Serang Aktivitas Pelayaran Doc: CHARLY TRIBALLEAU/AFP
Ket. Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

NEW YORK - Anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), pada Rabu (3/1), meminta kelompok Houthi dari Yaman untuk menghentikan serangan mereka terhadap pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Serangan tersebut mengancam stabilitas regional, kebebasan navigasi global, dan pasokan makanan.

Dalam pertemuan formal pertama dewan tersebut pada tahun 2024, para anggota juga menuntut agar Houthi melepaskan Galaxy Leader, sebuah kapal kargo yang dioperasikan Jepang dan terkait dengan sebuah perusahaan Israel, beserta awaknya, yang disita kelompok tersebut pada 19 November.

Dikutip dari The Straits Times, perwakilan Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Chris Lu, mengatakan AS yakin situasi ini telah mencapai titik perubahan.

"Serangan-serangan ini menimbulkan dampak buruk bagi keamanan maritim, pelayaran, dan perdagangan internasional, dan melemahkan situasi kemanusiaan yang rapuh di Yaman, sehingga mengancam pengiriman bantuan," katanya.

Duta Besar Jepang untuk PBB, Kazuyuki Yamazaki, mengatakan DK PBB tidak boleh membiarkan hal ini berlanjut.

Dalam hal ini, dan mengingat urgensi dan pentingnya masalah ini, Jepang yakin Dewan Keamanan harus mengambil tindakan yang tepat untuk mencegah ancaman tambahan dari Houthi dan menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Kapal Kontainer

Kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran, mengatakan mereka telah menargetkan sebuah kapal kontainer yang menuju Israel, sehari setelah Komando Pusat AS mengatakan kelompok militan tersebut telah menembakkan dua rudal balistik anti-kapal di Laut Merah bagian selatan.

Sebelumnya, AS pada hari Minggu (31/12), mengatakan mereka melepaskan tembakan ke arah kapal Houthi di pelayaran internasional Laut Merah untuk membela diri, menyebabkan tiga dari empat kapal kecil tenggelam dan menewaskan awaknya.

Pada 31 Desember pukul 6.30 pagi (waktu Sanaa) kapal kontainer Maersk Hangzhou mengeluarkan panggilan darurat kedua dalam waktu kurang dari 24 jam, melaporkan diserang oleh empat perahu kecil Houthi yang didukung oleh Iran.

"Perahu kecil tersebut, yang berasal dari daerah yang dikuasai Houthi di Yaman, menembakkan senjata ke Maersk Hangzhou, berada dalam jarak 20 meter dari kapal, dan berusaha naik ke kapal," kata Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom), di platform X.

Seperti dikutip dari Antara, sebuah tim keamanan yang berada di Maersk Hangzhou terlibat dalam tembak-menembak dan sebagai tanggapan atas panggilan darurat, helikopter AS dari USS Eisenhower (CVN 69) dan Gravely (DDG 107) juga dikerahkan.

Setelah diperingatkan secara lisan, orang-orang di perahu kecil tersebut melakukan tembakan ke helikopter AS dengan senjata awak kapal dan senjata kecil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.