AS: Houthi Tembak Kapal Kargo di Laut Merah
📅 Kamis, 04 Jan 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ISTIMEWA
DUBAI - Komando Pusat Amerika Serikat (AS) mengatakan pemberontak Houthi Yaman yang didukung Iran menembakkan dua rudal pada Selasa (2/1) malam ke arah kapal dagang yang melakukan perjalanan di Laut Merah dekat Selat Bab el-Mandeb, kata militer AS, menyusul laporan badan keamanan maritim Inggris atau United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO).
Sebelumnya, UKMTO melaporkan ledakan di dekat sebuah kapal kargo yang berlayar antara pantai Eritrea dan Yaman. "Master melaporkan tidak ada kerusakan pada kapal dan awaknya dilaporkan selamat saat ini," kata badan tersebut, yang dijalankan oleh Angkatan Laut Kerajaan Inggris, dalam pesan singkatnya.
Dikutip dari New Delhi Television (NDTV), militer AS kemudian mengatakan pemberontak Houthi telah menembakkan dua rudal balistik anti-kapal ke Laut Merah bagian selatan, di mana terdapat banyak kapal komersial, tetapi tidak ada yang melaporkan adanya kerusakan.
"Tindakan ilegal ini membahayakan nyawa puluhan pelaut yang tidak bersalah dan terus mengganggu arus bebas perdagangan internasional," kata Central Command (Centcom) AS, di X, sebelumnya Twitter, menambahkan bahwa ini adalah serangan ke-24 terhadap pelayaran niaga di wilayah tersebut sejak 19 November.
Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan pada hari Rabu untuk membahas pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional, yang menurut diplomat Prancis akan membahas masalah serangan Houthi di Laut Merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lancarkan Serangan
Dalam beberapa pekan terakhir, pemberontak Houthi telah melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan kapal-kapal komersial yang transit di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Mereka mengatakan serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza, tempat Israel memerangi militan Hamas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelompok Houthi, yang menguasai Ibu Kota Yaman, Sanaa, dan sebagian besar pantai Laut Merah di negara itu, telah memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan kapal-kapal yang berlayar di Laut Merah yang memiliki hubungan dengan Israel.
Beberapa rudal dan drone telah ditembak jatuh oleh kapal perang AS, Prancis, dan Inggris yang berpatroli di wilayah tersebut. Menurut Pentagon, Houthi telah melancarkan puluhan serangan drone dan rudal, menargetkan selusin kapal dagang.
Serangan-serangan tersebut membahayakan rute transit yang mengangkut 12 persen perdagangan global, sehingga mendorong Amerika Serikat untuk membentuk satuan tugas angkatan laut multinasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah.
Seperti dikutip dari Antara, pada hari Minggu, militer AS mengatakan mereka melepaskan tembakan ke arah kapal Houthi di pelayaran internasional Laut Merah untuk "membela diri", menyebabkan tiga dari empat kapal kecil tenggelam dan menewaskan awaknya.
"Pada 31 Desember pukul 6.30 pagi (waktu Sanaa) kapal kontainer Maersk Hangzhou mengeluarkan panggilan darurat kedua dalam waktu kurang dari 24 jam, melaporkan diserang oleh empat perahu kecil Houthi yang didukung oleh Iran."
"Perahu kecil tersebut, yang berasal dari daerah yang dikuasai Houthi di Yaman, menembakkan senjata ke Maersk Hangzhou, berada dalam jarak 20 meter dari kapal, dan berusaha naik ke kapal," kata Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom), di platform X.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!