Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jubir Sebut Belum Ada Laporan Warga Tiongkok Jadi Korban Gempa di Jepang

📅 Rabu, 03 Jan 2024, 01:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jubir Sebut Belum Ada Laporan Warga Tiongkok Jadi Korban Gempa di Jepang Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Tiongkok pada Selasa (2/1/2024).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin mengungkapkan belum ada laporan warga Tiongkok yang menjadi korban dari gempa bumi di Jepang.

"Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban warga Tiongkok," kata Wang Wenbin menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, Tiongkok pada Selasa.

Gempa berkekuatan magnitudo sekitar 7.6 melanda prefektur Ishikawa, Jepang Senin (1/1) pada pukul 16.10 JST atau 14.10 WIB. Gempa juga telah menyebabkan gelombang tsunami di beberapa wilayah.

"Kedutaan Besar Tiongkok di Jepang dan Konsulat Jenderal Tiongkok di Nagoya dan Niigata segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat dan mengeluarkan pengumuman resmi konsuler," tambah Wang Wenbin.

Menurut Wang Wenbin, Kementerian Luar Negeri Tiongkok dan kedutaan serta konsulat jenderal Tiongkok di Jepang akan terus memantau situasi dengan cermat.

"Juga memberikan bantuan dengan tepat waktu sesuai apa yang diperlukan oleh warga kami di Jepang," ungkap Wang Wenbin.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas korban luka maupun korban jiwa karena bencana alam tersebut.

Korban tewas akibat gempa dahsyat di Jepang telah bertambah menjadi 48 jiwa. Seluruh korban tewas sebanyak berada di provinsi Ishikawa, yang terletak di sepanjang pantai laut di Pulau Honshu utama.

Sementara korban luka banyak berada ydi provinsi Nishikawa, Niigata, Fukui, Toyama, dan Gifu.

Gempa juga dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano, Gifu, Tokyo, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Shizuoka, Aichi, Mie, Shiga, Kyoto, Osaka, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita.

Menteri Pertahanan Jepang mengatakan telah memobilisasi pasukan gabungan darat, udara dan laut dan mengerahkan sekitar 10 ribu tentara di provinsi terdampak untuk operasi penyelamatan dan pertolongan dan bantuan.

Banyak rumah dan jalanan runtuh sementara layanan kereta dihentikan setelah gempa, ratusan ribu orang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Sekitar 200 bangunan, termasuk toko-toko dan rumah-rumah, mengalami kebakaran di sekitar tempat wisata populer Jalan Asaichi.

Badan Meteorologi Jepang secara resmi menamainya sebagai Gempa Bumi Semenanjung Noto 2024. Sejak Senin, Jepang telah diguncang oleh 155 gempa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

15 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.