Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi Selidiki Retakan Tanah akibat Gempa di Sumedang

📅 Rabu, 03 Jan 2024, 03:03 WIB | Oleh:
Badan Geologi Selidiki Retakan Tanah akibat Gempa di Sumedang Doc: antara

Badan Geologi melakukan penyelidikan terkait retakan tanah di timur laut hingga barat daya dengan kedalaman 1,5 hinga 3 meter usai gempa bumi di Sumedang.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan penyelidikan serta mengumpulkan informasi terkait retakan tanah dan kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (Jabar).

"Hasil penyelidikan awal menunjukkan indikasi keretakan tanah berarah timur laut hingga barat daya. Kawasan terdampak merupakan kawasan dengan kedalaman muka air tanah 1,5 hingga 3 meter dari permukaan," demikian keterangan resmi Badan Geologi yang dikutip di Jakarta, Selasa (2/1).

Pada 31 Desember 2023 Kabupaten Sumedang diguncang gempa beruntun sebanyak tiga kali dengan kekuatan 4,1 magnitudo, kemudian 3,4 magnitudo, dan 4,8 magnitudo.

Sehari berselang tepatnya pada 1 Januari 2024, gempa kembali mengguncang wilayah tersebut dengan kekuatan 4,5 magnitudo.

Berdasarkan data Badan Geologi, daerah Sumedang secara umum tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C).

Wilayah itu secara umum tersusun oleh endapan kuarter berupa batuan rombakan gunung api (breksi gunung api, lava, tuff) dan endapan danau. Sebagian batuan rombakan gunung api tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan kuarter secara umum bersifat lunak, lepas, belum kompak, dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman dari data BMKG, maka kejadian gempa bumi itu diperkirakan akibat aktivitas sesar aktif, yakni Sesar Cileunyi - Tanjungsari.

1.004 Rumah Rusak

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang hingga saat ini mencatat 1.004 rumah warga di daerah itu yang mengalami kerusakan akibat tujuh kali gempa bumi.

Penjabat Bupati Sumedang Herman Suryatman menyebutkan berdasarkan laporan aparat kewilayahan, secara rinci dari total 1.004 rumah itu, 103 rusak berat, 93 rusak sedang, dan 808 rusak ringan.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan dana penanganan gempa Sumedang sebesar 350 juta rupiah. Bantuan tersebut merupakan Dana Siap Pakai (DSP) merupakan dukungan awal untuk penanganan darurat selama tujuh hari.

"Dukungan awal, kita memberikan sejumlah uang sebesar 350 juta rupiah," ujar Kepala BNPB, Suharyanto, dalam keterangannya, Selasa. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Rem Wabah Ebola, Kongo Resm...

Oman Tolak Penerapan Tol Kapal di Selat Hormuz

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Oman Tolak Penerapan Tol Ka...
Nasional
Dikaji, DPR Minta MUI Serah...
Daerah
Gapoktan di Kota Banjarbaru...
  • Polisi Bongkar Peredaran Obat Terlarang Bermodus Warung Kopi di Bekasi
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi ( QLola Bri ...
    Admin QLola BRI 62821 7850 9155/// Sedih ya, teman-teman... ...
  • Kemanusiaan Lintas Benua: Tiongkok Kucurkan 100 Juta Yuan untuk Korban Gempa Venezuela
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi ( QLola Bri ...
    Berikut ini Cara Aktivasi QLola BRI Panduan Aktifkan ...
  • Gapoktan di Kota Banjarbaru Rayakan Panen Padi
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi ( QLola Bri ...
    QLola by BRI..628 2178 50 9155... Sedih ya, teman-teman... ...
Hutan Sagu Papua Dinilai Potensial Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan.

Hutan Sagu Papua Dinilai Potensial Dukung Swasembada dan Ketahanan Pangan.

30 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.