Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayodya Pala: Tarian Indonesia Kian Banyak Diminati Warga Asing

📅 Senin, 01 Jan 2024, 17:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayodya Pala: Tarian Indonesia Kian Banyak Diminati Warga Asing Doc: ANTARA
Ket. CEO Sanggar Ayodya Pala, Budi Agustina, menjadi pembicara dalam podcast yang disiarkan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta yang bertajuk "Manajemen Sanggar Seni Budaya" di Jakarta, Minggu (31/12)

JAKARTA - CEO Sanggar Ayodya Pala, Budi Agustina, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat dari luar negeri, terutama yang berasal dari Jepang tertarik untuk mempelajari ragam tarian Indonesia.

"Yang saya alami, dari tahun ke tahun justru orang asing lebih banyak minat (mempelajari kebudayaan dan tarian Indonesia). Terutama dari negara Jepang. Mereka enggak milih-milih (mempelajari budaya dari daerah Indonesia tertentu). Semua mereka pelajari," ungkap Agustina dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (31/12).

Tak hanya sekedar mempelajari, Agustina juga mengungkapkan siswa-siswa Ayodya Pala yang berasal dari negara asing juga turut membuka sanggar budaya di negaranya. Sehingga, kebudayaan Indonesia bisa semakin tersebar dan dikenal oleh masyarakat luar negeri.

"Bukan cabang sih tapi mereka inisiatif membuka (sanggar) sendiri. Cuma komunikasi kami dengan mereka juga tetap berjalan," jelas Agustina.

Tak hanya itu, Agustina juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 lalu, Ayodya Pala juga menjadi satu-satunya anggota CID UNESCO atau organisasi resmi untuk semua jenis tarian di seluruh negara di dunia.

Selain menguntungkan dalam segi memamerkan kebudayaan Indonesia, menjadi anggota CID juga membawa keuntungan lainnya seperti mendapat banyak informasi terkait festival tari internasional, diundang mengikuti seminar budaya tingkat dunia, hingga diundang untuk mempublikasi kesenian-kesenian dari negara masing-masing.

Tentunya, kata Agustina, hal ini dapat menjadi pendorong agar Indonesia semakin dikenal oleh dunia. Agustina pun berharap, semakin banyak sanggar maupun anak bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

Kendati demikian, seluruh keberhasilan ini tak serta merta bisa didapatkan. Agustina berpesan, untuk mencapai kesuksesan tersebut, perlu adanya perjuangan dan tidak mudah menyerah.

"Perjuangannya tentu yang pertama jangan mudah menyerah. Harus berani rugi di awal. Karena hasilnya tidak secara instan didapatkan dalam setahun atau dua tahun. Kadang orang suka putus asa duluan," kata Agustina. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.