Perkampungan Kumuh di Kenya Berupaya Ciptakan Bintang Balet
📅 Sabtu, 30 Des 2023, 02:15 WIB | Oleh: Tim PenulisInspirasi
Meski menghadapi kesulitan, Bravian optimis: "Suatu hari nanti saya akan menjadi penari profesional," ungkap dia.
Namun perjalanan para penari muda masih panjang. Lebih dari seribu anak telah mendaftar di Dance Center Kenya sejak didirikan pada 2015, tetapi hanya satu yaitu Joel Kioko, yang kini tinggal di AS, yang berhasil menjadi pebalet profesional.
Tapi Rust bertekad untuk mengubahnya. "Sekolah kami belum genap sembilan tahun, dan butuh waktu 10 tahun untuk melatih seorang penari," kata Rust yang tetap optimistis bahwa para siswa lain juga bisa menjadi pebalet profesional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak anak muda yang berharap suatu hari bisa bergabung dengan jajaran bintang balet. Lavender Orisa misalnya yang menerima beasiswa tahun lalu untuk belajar di English National Ballet School, London, Inggris, dimana ia tinggal di daerah kumuh Kibera di Nairobi.
"Berasal dari Kibera, mustahil bagi saya membayangkan suatu hari menari di London," kata remaja berusia 17 tahun, yang kini kembali ke Nairobi untuk menyelesaikan sekolah menengahnya. "Orang-orang mengatakan kepada saya bahwa saya adalah inspirasi bagi mereka," katanya kepadaAFP.
Kini Lavender sudah memiliki pendukung utama yaitu Rust, yang mengatakan muridnya memiliki potensi untuk mengejar karier internasional di bidang balet. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!