Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Covid-19 Melonjak, Pemerintah Diminta Sosialisasikan Pentingnya Vaksin Booster

📅 Sabtu, 30 Des 2023, 12:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Covid-19 Melonjak, Pemerintah Diminta Sosialisasikan Pentingnya Vaksin Booster Doc: Antara/Maulana Surya
Ket. Arsip - Petugas menyuntikkan vaksin booster Covid-19 di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno di Solo, Jawa Tengah pada 14 Januari 2022.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan menyampaikan informasi bahwa kasus Covid-19 per 13 Desember 2024 kembali melonjak dengan total 313 kasus baru. Melihat hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengatakan kenaikan angka penderita Covid-19 ini perlu ditindaklanjuti dengan upaya preventif dari seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Edy, mengampanyekan kembali pemakaian masker merupakan salah satu upaya pencegahan yang harus dilakukan masyarakat Indonesia. Kemudian, untuk memastikan kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 masyarakat perlu melakukan vaksinasi booster.

"Salah satu cara melawan covid-19 adalah dengan vaksin booster. Pemerintah (Kemkes-Red) harus terus mensosialisasikan tentang pentingnya vaksi booster terutama kepada kelompok masyarakat yang memiliki resiko tinggi," tegasnya seperti disiarkan media DPR RI, Jumat (29/12).

Edy kembali menyampaikan bahwa virus Covid-19 tidak akan hilang sepenuhnya dari Indonesia maupun dunia. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar dapat belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Percepatan vaksin booster merupakan hal penting yang perlu dilakukan untuk memberikan perlindungan pada masyarakat dari penularan virus.

Edy mengaku mendukung upaya pemerintah yang terus mengajak masyarakat melakukan vaksinasi. Namun, terkait wacana pembiayan vaksinasi secara mandiri oleh masyarkat per Januari 2024 berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor IM.02.04/C/4864/2023 tertanggal 15 Desember 2023 menurut Edy penting untuk dipertimbangkan kembali tentang tenggat waktu pembiayaan mandiri tersebut.

"Pemerintah seharusnya mempertimbangkan untuk kemampuan daya beli, terutama masyarakat kurang mampu dan peserta jaminan kesehatan mandiri kelas III yang saat ini iurannya disubsidi oleh Pemerintah sebesar Rp7 ribu per orang per bulan. Untuk kelompok masyarakat ini, pemerintah harus menjamin vaksinasinya,"tutur Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini.

Edy memahami saat ini status Covid-19 bukan lagi pandemi, sehingga pemerintah (Kemkes) berencana memberlakukan vaksin mandiri. Namun, hal ini perlu pertimbangan dan disosialisasikan secara masif ke masyarakat. Sistem gotong royong, menurutnya, bisa diterapkan, misalnya, perusahaan mendukung vaksinasi mandiri dengan membiayai vaksinasi bagi pekerja dan keluarganya.

"Saat ini vaksinasi masih gratis, saya berharap seluruh masyarakat segera melakukan vaksinasi untuk menghindari atau mencegah terjadinya kenaikan angka Covid-19 di Indonesia saat ini yang kembali melonjak," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.