Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Memulai Penghijauan di IKN untuk Membangun Hutan Hujan Tropis

📅 Kamis, 21 Des 2023, 16:24 WIB | Oleh:
Pemerintah Memulai Penghijauan di IKN untuk Membangun Hutan Hujan Tropis Doc: ANTARA/HO-OIKN
Ket. Ilustrasi Executive Director of United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) Armida Alisjahbana mengunjungi Ibu Kota Nusantara untuk meninjau keselarasan pembangunan ibu kota baru tersebut dengan visi pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), baru-baru ini.

PENAJAM PASER UTARA - Pemerintah tengah memulai kegiatan penghijauan di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah tersebut dilakukan untuk membangun hutan hujan tropis di IKN dengan tanaman yang beragam.

"Yang kedua tadi dan yang ketiga ini dalam rangka membangun kembali reforestasi, penghutanan kembali, penghijauan kembali dalam rangka kita mendapatkan tropical rain forest, dari monokultur menjadi tropical rain forest, dari hanya eucalyptus jadi bermacam-macam jenis pohon, jenis tanaman yang kita tanam seperti yang sekarang kita lihat," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangannya usai melakukan penanaman pohon, Rabu (20/12).

Menurut siaran persnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mendampingi Presiden Jokowi melaksanakan penanaman pohon bersama masyarakat di sejumlah titik di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (20/12).

Lokasi penanaman pohon pertama yaitu area Sumbu Kebangsaan. Presiden Jokowi melaksanakan penanaman pohon meranti tembaga bersama sekitar 200 peserta yang terdiri dari pekerja konstruksi dan pemuda pecinta lingkungan.

Sumbu kebangsaan berada satu garis dengan kawasan istana Presiden. Penanaman ini bertujuan menghijaukan dan memperindah kawasan plaza sumbu kebangsaan.

Kemudian, lokasi penanaman pohon kedua yaitu Miniatur Reforestasi Hutan Tropis. Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon bangkirai didampingi para menteri, yang diikuti bersama sejumlah masyarakat. Penanaman dilakukan pada areal sekitar 100 ha dengan menanam jenis-jenis pohon asli dan endemik Kalimantan yang mewakili kondisi eksisting hutan tropis di sekitar IKN.

Sementara, lokasi penanaman berikutnya yaitu di lokasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Kawasan IKN. Presiden Jokowi melakukan penanaman pada areal seluas 500 ha, bersama dengan masyarakat termasuk para Green Ambassador, anak-anak sekolah, mahasiswa, dan Pramuka.

Terkait penghijauan yang dilaksanakan di area Sumbu Kebangsaan, Presiden Jokowi menyebutkan tanaman yang ditanam di sana adalah untuk menghiasi area sekitar Istana Kepresidenan.

"Kalau tadi di lingkungan istana adalah tanaman-tanaman yang berkaitan dengan estetika, tabebuya, ada jakaranda, ada flamboyan, ada semuanya kita tanam di situ," ungkapnya.

IKN Jadi "Smart Forest City"

IKN didesain menjadi smart forest city yang menargetkan 70% berupa tutupan hijau. Masterplan pembangunan IKN salah satunya merekomendasikan perbaikan dan pemulihan tutupan lahan di lanskap IKN dengan melakukan revitalisasi ruang terbuka hijau dari jenis-jenis hutan dataran rendah asli Kalimantan.

"Dari keseluruhan areal IKN 256 ribu ha itu arahan Presiden minimal 70% harus hutan. Areal yang terbukanya kita hitung-hitung mungkin antara 54 sampai 70 ribu ha. Secara bertahap akan kita tanami terus. Ini sudah tahun ketiga atau keempat kita menanam. Kita akan tanam terus. Kita juga sudah menanam bersama-sama anak-anak sekolah. Nanti kita selama musim hujan. Bulan Desember sampai Mei atau Juni, kita juga akan terus menanam di seluruh Indonesia, bukan hanya di sini," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya usai melakukan penanaman pohon.

Ke depan tutupan lansekap IKN akan bertransformasi dari lanskap yang monokultur menjadi kawasan kota yang berkarakter dengan berbagai jenis tumbuhan asli dan endemiknya.

Upaya yang dilakukan dalam melaksanakan tranformasi tersebut, di antaranya melalui pendekatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dengan mengombinasikan berbagai jenis asli atau lokal setempat (native species), jenis endemik langka dan dilindungi, jenis fast growing, dan jenis tumbuhan multipurpose lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.