Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPT Paparkan Sejumlah Isu Penting di Akhir Tahun 2023

📅 Rabu, 20 Des 2023, 13:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPT Paparkan Sejumlah Isu Penting di Akhir Tahun 2023 Doc: antarafoto
Ket. Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel di Jakarta, Selasa malam

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memaparkan sejumlah isu penting akhir tahun 2023, termasuk momentum yang segera dihadapi, yakni perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024.

"Ada enam isu penting itu, termasuk perayaan Natal dan tahun baru 2024 serta isu kedua, yakni Pilpres (pemilihan presiden) pada Februari 2024 agar bisa berjalan aman dan damai tanpa serangan teroris," kata Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel di Jakarta, Selasa malam.

Hal itu diungkapkan pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) VII yang diikuti oleh sejumlah pengurus forum mitra strategis BNPT itu dari 34 provinsi se-Indonesia.

Isu ketiga disampaikan pada Rakornas yang berlangsung dari 19-22 Desember 2023, yakni langkah strategis agar masyarakat jangan mudah terpancing isu terkait Gaza.

"Isu keempat, yakni pola serangan yang semula menggunakan 'hard approach' menjadi 'soft approach', yakni dari data grafik kita melihat serangan terorisme terus menurun jangan membuat kita terlena karena justru pola serangan yang mereka ubah," katanya.

Ia memperlihatkan grafik serangan yang terus menurun karena pola pendekatan serangan yang berubah, diduga kelompok dengan paham kekerasan ini justru memperkuat sel atau jaringan sambil menunggu momen untuk melakukan serangan.

Isu kelima, yakni mewaspadai meningkatnya radikalisme kepada kelompok rentan, yakni perempuan, anak-anak dan remaja.

"Isu terakhir, yakni upaya meningkatkan rasa keperdulian masyarakat serta partisipasi publik sehingga tercipta resiliensi masyarakat," katanya.

Resiliensi adalah ketahanan psikologis, yakni kemampuan untuk mengatasi krisis secara mental dan emosional, atau untuk kembali ke status sebelum krisis dengan cepat.

"Pola serangan kelompok paham kekerasan ini sebenarnya bukan sekedar secara fisik namun keyakinan, tidak bisa menerima perbedaan karena yakin hanya mereka kelompok paling benar. Bermula dari intoleransi, berujung ke radikalisme dan terorisme," paparnya.

Oleh sebab itu, Kepala BNPT menyerukan agar semua pihak meningkatkan keperdulian dalam melawan radikalisme dan terorisme, karena BNPT maupun Polri tidak efektif jika bekerja sendirian.

"Ini strategi kita dalam melawan mereka, yakni memperkuat kerja sama semua pihak terkait serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa karena cara mereka ingin memperlemah kita dengan menimbulkan perpecahan," papar Ketua BNPT.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.