Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Neraca Perdagangan November Tercatat Surplus 2,41 Miliar Dollar AS

📅 Jumat, 15 Des 2023, 13:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Neraca Perdagangan November Tercatat Surplus 2,41 Miliar Dollar AS Doc: ANTARA/Aji Cakti
Ket. Deputi Bidang Statistik Barang dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/12/2023).

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada November 2023 tercatat surplus 2,41 miliar dollar AS.

"Pada November 2023 neraca perdagangan barang mencatat surplus 2,41 miliar dollar AS," ujar Deputi Bidang Statistik Barang dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (15/12).

Pudji menambahkan, dengan demikian neraca perdagangan barang kembali mengalami surplus selama 43 bulan secara beruntun sejak Mei 2020.

"Surplus neraca perdagangan barang November kali ini lebih ditopang oleh surplus pada komoditas non migas sebesar 4,62 miliar dollar AS dengan komoditas penyumbang surplus adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan atau nabati, kemudian besi dan baja," katanya.

Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit 2,21 miliar dollar AS dengan komoditas penyumbang devisa adalah hasil minyak dan minyak mentah.

Secara kumulatif hingga November 2023, total surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai 33,63 miliar dollar AS atau lebih rendah 16,91 miliar dollar AS (33,46 persen) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada November 2023, Indonesia mengalami surplus perdagangan barang dengan beberapa negara di mana tiga terbesar di antaranya adalah India sebesar 1,54 miliar dollar AS, Amerika Serikat sebesar 1,25 miliar dollar AS, dan Filipina 0,79 miliar dollar AS.

Surplus terbesar dialami dengan India yang didorong oleh komoditas barang bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.

Sementara itu Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan beberapa negara dan tiga terdalam di antaranya adalah Australia sebesar 0,46 miliar dollar AS, Brasil 0,37 miliar dollar AS dan Thailand 0,34 miliar dollar AS.

Defisit terdalam dialami dengan Australia yang didorong oleh komoditas biji logam, kerak dan abu, gula dan kembang gula, serta bahan bakar mineral.

Pada November 2023, nilai ekspor Indonesia mencapai 22 miliar dollar AS atau turun tipis 0,67 persen dibandingkan Oktober tahun ini.

Ekspor migas tercatat 1,28 miliar dollar AS atau turun 6,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan untuk ekspor nonmigas tercatat 20,72 miliar dollar AS atau turun tipis 0,29 persen.

Sedangkan nilai impor Indonesia tercatat 19,59 miliar dollar AS atau naik 4,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.