Memangsa 2.000 Spesies Liar, Kucing Jadi Spesies Invasif Paling Bermasalah di Dunia
📅 Jumat, 15 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDampaknya lebih besar di pulau-pulau, tempat mereka memakan spesies yang menjadi perhatian konservasi tiga kali lebih banyak dibandingkan di benua. Mereka juga diketahui memakan spesies yang kini telah punah, sehingga menimbulkan kekhawatiran di beberapa komunitas.
Menurut surat kabar Independent Inggris, di Walldorf, Jerman barat daya, misalnya, pihak berwenang mengeluarkan perintah pada tahun 2022 bagi pemilik kucing untuk memelihara hewan peliharaan mereka di dalam rumah. Langkah ini untuk melindungi burung langka selama musim kawinnya.
Menurut majalah The New Yorker, apa yang disebut dengan lockdown atau penguncian ini berlaku selama tiga bulan hingga akhir Agustus 2022. Tindakan ini diperkirakan akan diulang setiap tahun hingga tahun 2025.
Di Australia, kucing diperkirakan membunuh lebih dari 300 juta hewan setiap tahunnya, lapor surat kabar The Guardian. Akibatnya, ada seruan untuk menahan mereka di dalam rumah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!