Musim Panas Paling Hangat di Arktik Akibat Percepatan Perubahan Iklim
📅 Kamis, 14 Des 2023, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
WASHINGTON - Menurut laporan resmi pada Selasa (12/12), kawasan Arktik mengalami musim panas terpanas pada tahun 2023, akibat dari percepatan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia yang mendorong ekosistem dan orang-orang yang bergantung padanya ke wilayah yang belum dipetakan.
Dikutip dari France 24, rata-rata suhu udara permukaan musim panas pada bulan Juli-September adalah 43 derajat Fahrenheit (6,4 Celcius), tertinggi sejak pencatatan dimulai pada tahun 1900.
Arktik adalah sebuah wilayah di sekitar Kutub Utara Bumi. Arktik merupakan samudra luas yang beberapa bagian permukaan lautnya tertutup oleh es hampir sepanjang tahun. Di wilayah yang beku hanya dikelilingi oleh sedikit pohon dan juga terdapat organisme yang hidup di es, seperti ikan, mamalia laut, burung dan beberapa komunitas manusia.
Arktik memanas sekitar empat kali lebih cepat dibandingkan wilayah lain di planet ini, terutama sebagai akibat dari lingkaran setan hilangnya es laut dalam fenomena yang disebut Amplifikasi Arktik.
"Pesan utama dari laporan tahun ini adalah sekarang waktunya untuk bertindak," kata administrator Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional atauNational Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Rick Spinrad dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita sebagai bangsa dan komunitas global harus secara dramatis mengurangi emisi gas rumah kaca yang mendorong perubahan ini."
Suhu rata-rata musim panas telah meningkat 0,31 Fahrenheit(0,17 Celcius) per dekade. Secara keseluruhan, ini merupakan tahun terpanas keenam di Arktik, dengan suhu -7 derajat Celsius. Kini memasuki tahun ke-18, Kartu Laporan Arktik NOAA merupakan hasil karya 82 penulis di 13 negara.
Penurunan Tutupan Salju
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengamatan dari laporan tahun ini menekankan garis tren yang sedang berlangsung yaitu pemanasan suhu laut dan udara, penurunan tutupan salju, berkurangnya es laut, dan terus mencairnya Lapisan Es Greenland.
Namun tahun ini juga membawa peristiwa berdampak besar yang memiliki "tanda jelas" perubahan iklim. Salah satu penulis studi, Tom Ballinger dari University of Alaska Fairbanks, mengatakan meskipun wilayah Arktik semakin basah, terdapat perbedaan regional dan musiman yang jelas.
"Misalnya, musim dingin yang basah terjadi di sebagian wilayah Alaska, meskipun musim semi yang kering juga terjadi di Eurasia barat dan Kanada bagian utara dipengaruhi oleh musim panas yang kering," katanya.
Kondisi musim panas yang hangat dan kering di Kanada bagian utara, dikombinasikan dengan pencairan salju awal, menyebabkan Arktik Kanada mengalami musim kebakaran hutan terburuk yang pernah tercatat, menyebabkan 20.000 orang dievakuasi dari kota Yellowknife pada bulan Agustus.
Pada bulan Agustus, sebuah danau glasial dekat Juneau, Alaska menerobos bendungannya, menyebabkan banjir besar dan kerusakan properti di sepanjang Sungai Mendenhall, akibat penipisan gletser selama dua dekade.
Tren pemanasan jangka panjang memiliki beragam dampak yang tidak merata di seluruh ekosistem dan jaring makanan yang menjadi andalan manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!