Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi: Makanan Berlemak Sebabkan Stres Bertambah Parah

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Studi: Makanan Berlemak Sebabkan Stres Bertambah Parah Doc: PAUL J RICHARDS / AFP
Ket. Hidangan Burger dengan tiga roti daging di Washington DC, beberapa waktu lalu. Sebuah penelitian dari University of Birmingham menunjukkan makan makanan berlemak saat stres dapat mengurangi aliran darah ke otak dan mempengaruhi fungsi pembuluh darah.

SINGAPURA - Sebuah penelitian dari University of Birmingham baru-baru ini menunjukkan mengonsumsi makanan berlemak saat stres dapat mengurangi aliran darah ke otak dan memengaruhi fungsi pembuluh darah. Hal ini pada gilirannya dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fungsi kognitif Anda serta meningkatkan risiko penyakit jantung.

Beban kerja yang berat, tenggat waktu yang semakin dekat, dan jam kerja yang panjang dapat membuat orang kembali ingin makan yang lezat. Namun, rasa yang menenangkan itu dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menghadapi stres.

Dikutip dari The Straits Times, partisipan penelitian, berusia antara 20 dan 30 tahun, diberi diet tinggi lemak dan diet rendah lemak sebelum menjalani tes.

Sebagai bagian dari tes, mereka harus mengerjakan penjumlahan mental dengan kecepatan yang semakin meningkat dan diperingatkan ketika mereka mendapat jawaban yang salah. Mereka juga diberitahu bahwa mereka bersaing langsung dengan peserta lain dan kehilangan poin untuk setiap jawaban yang salah, serta difilmkan saat menyelesaikan tugas dan disuruh menonton sendiri.

Penulis pertama studi ini, Rosalind Baynham, seorang peneliti di Universitas Birmingham, mengatakan kepada situs berita sains Technology Networks bahwa tes itu menyimulasikan stres sehari-hari yang mungkin harus dihadapi para peserta di tempat kerja atau di rumah.

"Saat kita stres, berbagai hal terjadi di dalam tubuh, detak jantung dan tekanan darah kita meningkat, pembuluh darah kita melebar dan aliran darah ke otak meningkat. Kita juga tahu elastisitas pembuluh darah kita, yang merupakan ukuran fungsi pembuluh darah, menurun seiring dengan tekanan mental," tuturnya.

Elastisitas Arteri Menurun

Studi tersebut menemukan mengonsumsi makanan berlemak saat stres mengurangi fungsi pembuluh darah sebesar 1,74 persen dengan penurunan elastisitas arteri pada peserta yang terdeteksi hingga 90 menit setelah peristiwa stres selesai.

Penelitian sebelumnya menunjukkan penurunan fungsi pembuluh darah yang lebih rendah, sebesar 1 persen, dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 13 persen.

Penulis studi lainnya, Jet Veldhuijzen van Zanten, mengatakan bagi orang yang sudah memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dampaknya bisa lebih serius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.