Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Kolaborasi, Keluarga dan Sekolah Berperan Penting Bangun Kesehatan Mental Anak

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Keluarga dan Sekolah Berperan Penting Bangun Kesehatan Mental Anak Doc: ANTARA/HO/Pexels
Ket. Ilustrasi kesehatan mental.

Jakarta - Perkuat kolaborasi, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan sekolah berperan penting dalam membangun kesehatan mental anak-anak.

"Bagaimana seorang anak itu mempunyai daya lenting yang kuat," ujar Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK Nancy Dian Anggraeni dalam Semiloka Darurat Kesehatan Mental Masyarakat di Jakarta, Selasa.

Nancy mengatakan anak yang hidup dalam kondisi lingkungan yang harmonis akan dapat menyikapi trauma dan stresnya dengan baik. Seorang anak yang daya lentingnya kuat, bisa mengelola kondisi psikologis sehingga mengurangi tingkat stres atau depresinya.

Menurutnya, keluarga dan sekolah sebagai institusi pembentuk karakter dan mental anak harus memegang peranan paling banyak dalam membentuk diri anak-anak. Namun beberapa kasus yang terjadi saat ini, malah menunjukkan kondisi sebaliknya. Keluarga dan sekolah malah turut menyumbang situasi yang sebetulnya tak boleh dialami anak-anak.

"Setahu saya, sudah ada beberapa program yang sudah menganjurkan untuk membangunself resilienceitu. Cuma implementasinya itu seperti masih belum. Kayaknya guru-guru kita perlu untuk dilatih," kata dia.

Sementara itu, Psikolog dari Universitas Indonesia Tri Iswandari menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sehat bagi anak-anak. Guru-guru semestinya harus bertindak preventif dalam pencegahan perundungan, terutama di sekolah.

Pasalnya, apabila anak-anak yang pernah mengalami perundungan dalam hidupnya, maka ia berpotensi menjadi perundung bagi siswa lainnya.

"Kalau ada anak yang terus-terusan begitu (merundung), ini kalau dilepas terus tidak ditangani, maka bakal menular kemana-mana. Sepertibully, orang yangbullyitu biasanya dia korbanbullydulunya. Tanpa dia sadar, dia menciptakan satu pola yang dia jadi mem-bully," kata Tri.

Sementara bagi orang tua, penting mengajarkan anak tentang mengelola amarah dan emosi. Anak harus diberi pemahaman tentang pelampiasan emosi 'positif'. Artinya, anak-anak perlu secara sadar maupun tidak, dapat mengeluarkan emosi dengan cara-cara yang tak merusak jiwa.

"Kan, enggak ada orang yang bebas dari stres, enggak ada orang yang bebas dari trauma, pasti ada. Tapi yang penting bagaimana dia meresponnya. Orang punya emosi itu boleh dan valid, tetapi bagaimana mengekspresikannya yang bisa diterima oleh orang," katanya.

Di samping itu, kata dia, orang tua dan guru harus mengetahui mengenai trauma. Trauma bisa terjadi pada saat masa kecil, saat perkembangan anak yang diperlukan untuk tumbuh kembang tidak diberikan.

"Misalnya kehadiran ibu pada saat dia lagi sedih, ada masalah dengan teman. Harusnya orang tua ada untuk mendengarkan dan memahami perasaan anak. Tapi banyak orang tua yangemotionally absent," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekspor Mebel dan Kerajinan Ditargetkan Meningkat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Ekspor Mebel dan Kerajinan ...

Jamu Didorong Menembus Pasar Global

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Jamu Didorong Menembus Pasa...

Perkembangan Investasi Pusat Data di Batam

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Perkembangan Investasi Pusa...
Luar Negeri
Xi: Tiongkok Dukung Myanmar...
Luar Negeri
Negara G7 Desak Russia Akhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.