Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendidikan Tinggi dan Vokasi Berdampak Cepat Bangun SDM

📅 Selasa, 12 Des 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Pendidikan Tinggi dan Vokasi Berdampak Cepat Bangun SDM Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. SDM Unggul -- Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim saat pembukaan Vokasifest dan Festival Kampus Merdeka di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (11/12). Vokasifest dan Festival Kampus Merdeka tersebut untuk menyebarkan praktik baik pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi yang mendekatkan ke dunia kerja serta mempersiapkan SDM unggul.

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, mengatakan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi berdampak cepat dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendepatan menengah atau middle income trap.

"Anak-anak yang keluar daripada perguruan tinggi dan sekolah-sekolah vokasi Baik pendidikan tinggi maupun SMK Mereka langsung terjun ke dalam lapangan bekerja dan dampak itu langsung dirasakan untuk memperbesar ekonomi Indonesia," ujar Nadiem dalam Vokasifest X Festival Kampus Merdeka, di Jakarta, Senin (11/12).

Dia mengungkapkan, dampak tersebut terlihat dari peningkatan peringkat Indonesia dalam hasil riset INSEAD. Untuk Global Innovation Index yang menekankan pada riset dan inovasi, Indonesia menempati posisi 61 dunia, naik dari posisi 85 pada tahun 2022.

Nadiem menambahkan, untuk Global Talent Competitiveness Index pun mengalami peningkatan. Indonesia menjadi negara kedua dengan lompatan tertitinggi dalam pemeringkatan semua negara. "Kalau kita sisir kenapa alasan Indonesia bisa lompat sebesar itu adalah dengan kecakapan dan juga kualitas daripada pelatihan vokasi dan technical training," jelasnya.

Dukungan Pendanaan

Dia menuturkan, untuk semakin mendorong dampak pendidikan vokasi dan pendidikan pihaknya mendorong sistem pendidikan yang lebih terbuka dan inovasi. Selain memberikan kebebasan, pihaknya juga memberikan dukungan pendanaan.

"Harus diberikan suntikan untuk akselerasi sistem pendidikan kita. Sampai saat ini kita sudah mengeluarkan 6,3 triliun rupiah untuk dana kolaborasi deasiswa non-degree LPDP," katanya.

Nadiem menambahkan, pihaknya juga telah mengucurkan lebih dari 355 miliar rupiah Dana Abadi untuk perguruan tinggi. Ada juga dana Competitive Fund sebesar 1 triliun rupiah untuk mendorong perguruan tinggi mengejar Indikator Kinerja Utama (IKU) dan inovasi.

Dia melanjutkan, untuk jenjenag SMK, pemerintah telah mengeluarkan 614 miliar rupiah untuk SMK Pusat Keunggulan PK. Dari pendanaan swasta, sudah ada 634 miliar rupiah kontribusi indusri ke SMK PK dan 1,65 triliun rupiah dari industri untuk berbagai macam proyek prototipe dan inovasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Sumut Resmi Larang Pengguna...
Megapolitan
Polisi Ringkus Pemalak yang...
Nasional
Menbud Ungkap Jadwal Terbit...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.