Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa UNS Ciptakan Aplikasi untuk Mengatur Emosi

📅 Selasa, 12 Des 2023, 16:52 WIB | Oleh:
Mahasiswa UNS Ciptakan Aplikasi untuk Mengatur Emosi Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi UNS
Ket. Tim mahasiswa dengan aplikasi Narajiwa yang mereka ciptakan di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

SOLO - Tim mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menciptakan aplikasi layanan kesehatan mental untuk mengatur emosi pada mahasiswa.

Ketua tim Naurah Nazifah di Solo, Jawa Tengah, Selasa, mengatakan pengembangan aplikasi yang dinamakan Narajiwa ini bermula pada keresahan terhadap perilaku Non-Suicidal Self Injury (NSSI) atau perilaku menyakiti diri sendiri yang dilakukan oleh mahasiswa.

"Melalui Narajiwa, kami berupaya menurunkan tingkat atau frekuensi perilaku NSSI," katanya.

Ia mengatakan ada berbagai macam fitur pada aplikasi tersebut, diantaranya menyediakan fiturmood trackeryang berguna mencatat dan memonitor emosi setiap harinya.

"Para pengguna juga dapat curhat dan menuangkan perasaan melalui fitur-fitur seperti nara-cerita dan nara-jurnal. Adapun fiturnight capsuleberupa afirmasi positif yang dapat didengar kapanpun dan di mana pun. Untuk menikmati fitur-fitur tersebut, pengguna cukup mengakses Narajiwa.web.id melalui HP, laptop, atau komputer," katanya.

Ia mengatakan penggunaan aplikasi tersebut bertujuan membantu mahasiswa dalam mengatur emosi negatif menjadi lebih positif.

"Aplikasi ini dikembangkan atas penerapan teori psikologi positif yang mampu membantu mengurangi frekuensi dan intensitas perilaku NSSI bagi pengguna," katanya.

Ia mengatakan pengembangan tersebut diperkuat oleh penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa pengaturan emosi berpengaruh terhadap perilaku NSSI.

"Kami tergerak untuk membuat aplikasi yang dapat membantu mahasiswa mengatur emosi. Melihat karakterisasi mahasiswa yang sangat senang akan digitalisasi dan kepraktisan sesuatu, maka kami merasa intervensi regulasi untuk menangani perilaku NSSI melalui aplikasi berbasis website bernama Narajiwa adalah hal yang tepat," katanya.

Menurut dia, sudah ada sebanyak 185 mahasiswa yang telah mengakses aplikasi hasil program Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tersebut.

Ia merinci 185 mahasiswa itu terdiri dari 70 mahasiswa berperilaku NSSI dan 115 mahasiswa yang tidak berperilaku NSSI. Ant



"Para pengguna Narajiwa mengaku bahwa aplikasi ini mampu membuat mereka menyadari setiap kegiatan yang mereka lakukan dan bersyukur atas apa yang mereka lalui," katanya.

Selain Naurah beberapa mahasiswa lain yang tergabung dalam tim yakni Eka Yulianasari Nurfathonah, Fatimah Nur Muhammad, Lolya Wagmi Atindriya, Ni Putu Gita Indah Cahyani dan Nikta Rosyida Nurul Izzati. Pengembangan aplikasi ini juga memperoleh bimbingan dari Dosen Fakultas Psikologi UNS Farida Hidayati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.