Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daerah Perlu Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Inflasi

📅 Selasa, 12 Des 2023, 08:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Daerah Perlu Pacu Pertumbuhan Ekonomi dan Jaga Inflasi Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberi materi dalam kegiatan Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Indonesia. Bandarlampung, Senin (11/12/2023).

BANDARLAMPUNG - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, adanya momentum pertumbuhan ekonomi di daerah harus diikuti oleh inflasi yang tetap terjaga.

"Kalau melihat kondisi saat ini pemerintah cukup senang dengan hasil capaian pertumbuhan provinsi, salah satunya Provinsi Lampung," ujar Airlangga Hartarto, di Bandarlampung, Lampung, Senin (11/12).

Dia mengatakan dengan adanya prospek pertumbuhan ekonomi daerah yang terus terjadi, diharapkan pemerintah daerah pun dapat terus mengendalikan inflasi secara berkala.

"Yang utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi adalah mengendalikan inflasi yang ada di daerah, karena keduanya ini berjalan beriringan. Ketika inflasi terjaga maka perekonomian pun tumbuh," katanya.

Dia menjelaskan selain tetap menjaga stabilitas harga, dan produksi. Untuk tetap menjaga inflasi tetap terjaga. Perlu juga menjaga ekspektasi pasar atas beragam isu yang bisa mempengaruhi perekonomian salah satunya isu kesehatan.

"Isu kesehatan seperti adanya pneumonia harus tetap dijaga. Kalau dirasa sedang kurang enak badan tetap pakai masker saat di luar, dan harapannya perekonomian dapat terus bertumbuh," ucapnya.

Kegiatan Ekspor

Dia melanjutkan pemerintah juga terus berupaya menjaga kegiatan ekspor tetap berlangsung dengan baik, agar tetap menjaga pertumbuhan ekonomi.

"Ekspor secara keseluruhan naik terus, kalau ada penurunan ini kan relatif karena masalah harga tetapi sekarang sudah melandai dan normal," tambahnya.

Seperti diketahui, laju inflasi Provinsi Lampung pada triwulan IV-2023 sebesar 4,10 persen. Komoditi penyumbang inflasi di triwulan keempat ini meliputi beras dengan andil 0,78 persen, cabai merah 0,77 persen, rokok kretek filter 0,36 persen, cabai rawit 0,30 persen, bawang putih 0,14 persen, dan daging ayam ras 0,12 persen.

Sedangkan untuk penyumbang deflasi adalah sektor angkutan udara dengan andil minus 0,14 persen, minyak goreng minus 0,06 persen, telur ayam ras minus 0,04 persen dan ikan kembung minus 0.03 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.