Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Riset: 6 Dampak Kompleksitas Pemilu 2019 yang Berpotensi Terulang pada 2024

📅 Senin, 11 Des 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sebetulnya platform semacam ini sangat membantu mengefisiensikan dan mengefektifkan kerja-kerja KPU dan petugas lapangan. Hanya saja, keberlanjutannya masih perlu digalakkan.

5. Kompleksitas surat suara

Hal kompleks yang paling menonjol dalam Pemilu 2019, dan pasti akan kita temukan lagi di Pemilu 2024, adalah banyaknya kertas suara.

Total ada lima surat suara-atau empat untuk DKI Jakarta-yang diberikan ke pemilih sebelum mereka memasuki bilik suara. Ukuran surat suara amat lebar, tapi bilik suara dan landasan memilihnya kecil. Jika pemilih tak berhati-hati saat membuka surat suara yang terlipat, bisa robek yang berakibat kertas suara tidak sah.

Banyaknya peserta pemilu yang harus dipilih dari lima surat suara juga membingungkan pemilih. Bahkan, untuk surat suara Pemilu DPR RI dan DPRD, pemilih harus mencari nama calon dewan pilihannya di antara belasan lambang partai dan ratusan nama calon dewan. Pemilu DPD, meski punya puluhan nama calon dewan, adanya foto sedikit membantu.

Pemilih khawatir akan menghabiskan banyak waktu saat memilih di bilik suara, sehingga pilihannya: asal memilih atau hanya memilih capres-cawapres. Ini tergambar dari lebih banyaknya persentase memilih untuk pemilu presiden dibandingkan pemilu legislatif, meskipun bedanya sangat tipis.

6. Rendahnya kualitas logistik

Sama seperti pemilu sebelumnya, dalam Pemilu 2024 kotak suara akan menggunakan bahan dari karton yang rentan terhadap kelembapan dan tekanan-hanya sedikit lebih tebal saja dibandingkan Pemilu 2019.

Pada Pemilu 2019, banyak kotak suara yang hancur dimakan rayap sehingga harus disemprot bahan kimia antirayap. Pemyemprotan yang dilakukan secara massal dan intens selama beberapa hari berisiko menimbulkan keracunan bagi orang-orang di sekitar tempat penyimpanan.

Rekomendasi

Dari sejumlah dampak yang disebutkan di atas, hendaknya ada pembelajaran untuk bisa mengubah dan menjadikan pemilu di Indonesia berjalan lebih baik lagi.

Teknis persiapan, pelaksanaan, dan pemungutan suara perlu diperbaiki karena ini berdampak besar bagi hasil dan kualitas pemilu. Logistik perlu disiapkan lebih matang lagi dengan mempertimbangkan kualitas barang dan periode waktu serta transparansi dalam mempersiapkan dan mendistribusikannya.

Rekrutmen petugas pemilu harus diberikan waktu yang cukup yang disesuaikan dengan siklus pemilu. Selain itu, pemerintah harus memastikan keselamatan dan pemenuhan keamanan serta kesehatan para petugas penyelenggara melalui pemeriksaan kesehatan yang memadai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.