Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Targetkan 60 Persen Aedes Aegypti Ber-Wolbachia

📅 Senin, 11 Des 2023, 05:21 WIB | Oleh:
Dinkes Targetkan 60 Persen Aedes Aegypti Ber-Wolbachia Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Jajaran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat memegang ember percontohan yang akan diisi bibit nyamuk ber-Wolbachia untuk disebar, Kamis (2/11/2023).

JAKARTA - Dalam upaya mengatasi demam berdarah dengue (DBD) maka Dinas Kesehatan DKI Jakarta menargetkan agar nyamuk aedes aegypti yang ber-Wolbachia mencapai 60 persen.

"Parameter keberhasilan program jika 60 persen nyamuk aedes aegypti di wilayah sudah ber-Wolbachia. Nyamuknya diperiksa valid di laboratorium langsung," ungkap Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama, dikutip Antara, di Jakarta, Sabtu.

Ngabila mengatakan bahwa jika target 60 persen nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia belum tercapai, maka waktu implementasi akan diperpanjang. "Jika belum tercapai 60 persen aedes aegypti ber-Wolbachia akan diperpanjang implementasi di wilayahnya," ujar Ngabila.

Adapun saat implementasi, kader akan meninjau dengan menangkap nyamuk sekali dalam 14 hari untuk mengetahui perkembangan nyamurk ber-Wolbachia. "Penangkapan nyamuk tersebut akan dimonitor beberapa kali. Siklus nyamuk dan penaruhan telur per 14 hari atau dua pekan," katanya.

Dari larva (jentik) untuk menjadi nyamuk dewasa perlu waktu 14 hari. Diharapkan penitipan telur sebanyak 12 kali dalam 24 pekan atau enam bulan, berhasil. Sementara itu, setiap ember bibit nyamuk ber-Wolbachia akan diisi 300 telur. Mereka ditempatkan di setiap rumah yang disebut sebagai orang tua asuh (OTA) nyamuk ber-Wolbachia.

"Beberapa rumah akan dititipi ember berisi 300 telur," kata Ngabila. Jumlah bibit nyamuk tersebut, kata Ngabila, setara dua persen dari populasi nyamuk wilayah implementasi. "Jadi, jumlahnya sudah sesuai dengan populasi nyamuk," katanya.

Lebih jauh Ngabila menuturkan, telur nyamuk aedes ber-Wolbachia ini yang disebar. Atau akan ditambah hanya 10 persen dari populasi nyamuk aedes aegepti lokal. Ini setara dua persen dari total populasi nyamuk yang ada (di Kembangan, Jakarta Barat). "Jadi, sedikit sekali," tandasnya.

Ngabila menambahkan, nyamuk aedes aegypti memiliki populasi 20 persen dari total nyamuk. "Jadi, mayoritas atau 80 persen adalah nyamuk kebon atau culex," jelasnya. Mengenai waktu pasti implementasi bibit nyamuk ber-Wolbachia, Ngabila menyebutkan, masih dalam tahap sosialisasi kepada warga.

Dia berharap bisa secepatnya jika semua sudah sangat siap dan berjalan sesuai dengan timeline atau rencana. Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menyebutkan penyebaran bibit nyamuk ber-Wolbachia untuk mengatasi DBD masih menunggu warga siap terlebih dulu.

"Kita segera jalankan penyebaran bibit nyamuk dengan kandungan Wolbachia, begitu warga siap," kata Budi, Kamis (30/11). Budi menjelaskan, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jakarta Barat (Jakbar) terkait intervensi DBD dengan metode nyamuk ber-Wolbachia tersebut.

"Memang kita sudah bicara degan Kota Jakarta Barat. Kita kan sudah jalan di Semarang, Bontang, dan Kupang. Kita rencananya memang mencoba di Bandung dan Jakarta Barat untuk intervensi dengan Wolbachia," ujar Budi.

Vaksin Monyet

Sementara itu, pekerjaan lain Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta adalah mengadakan vaksinasi cacar monyet. Vaksin ini diberikan kepada kelompok warga memiliki riwayat kontak erat dengan pasien. Tujuannya, untuk menekan persebran penyakit cacar monyet.

"Total penerima vaksinasi dosis 1 mencapai 495 orang. Sedangkan untuk dosis 2 baru 416 orang," ungkap Ngabila Salama. Vaksinasi tersebut, kata Ngabila, dilakukan terhadap kelompok yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien. "Jadi, vaksin diberikan hanya kepada mereka yang pernah melakukan kontak erat," tutur Ngabila.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.