Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Butuh Tambahan Pasokan Pangan 56 Persen

📅 Sabtu, 09 Des 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dunia Butuh Tambahan Pasokan Pangan 56 Persen Doc: ISTIMEWA
Ket. RAMDAN HIDAYAT Pakar Pertanian dari UPN Veteran - Blue food bisa dikatakan merupakan masa depan dari pemenuhan pangan Indonesia karena sumber daya laut kita melimpah. Kalau berjalan ini sekaligus menjadi solusi mengurangi impor karena laut kita memiliki potensi besar untuk pangan biru.

» Dunia akan ditimpa kelangkaan pangan yang menyebabkan harga pangan melambung.

» Indonesia tidak alami ancaman defisit pangan jika potensi kelautan dimanfaatkan serius.

JAKARTA - Perubahan iklim tidak hanya mengancam kesehatan planet, tetapi juga kesejahteraan masyarakat serta perekonomian. Deputi bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Vivi Yulaswati, menyatakan ini bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan persoalan pembangunan yang kompleks dan saling terkait.

Pada 2050, jumlah penduduk dunia diprediksi akan meningkat hingga mencapai 10 miliar jiwa sehingga dibutuhkan pasokan pangan lebih besar.

Berdasarkan analisis World Resources Institute (WRI) United Nations (UN), dunia membutuhkan tambahan pasokan pangan lebih dari 56 persen. "Jika hanya mengandalkan pertanian daratan, lahannya sudah terbatas dan tidak mungkin diperluas. Untuk itu, Pangan Biru menjadi solusi masalah ini," kata Vivi.

Agenda Biru Nasional, katanya, merupakan salah satu fokus yang sedang diimplementasikan Indonesia dan sudah menjadi bagian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Ekonom Celios, Nailul Huda, yang diminta pendapatnya mengatakan dengan meningkatnya kebutuhan pangan seiring dengan penambahan jumlah penduduk dunia maka akan ada kelangkaan pangan yang menyebabkan harga pangan melambung, sehingga tidak semua penduduk bisa mengaksesnya.

"Pekerjaan rumahnya (PR) ada dua, yakni menambah produktivitas dan mencari subtitusi pangan yang ada (termasuk pangan biru)," paparnya.

Menurut Nailul, kalau hanya mengandalkan subtitusi pangan dengan ekonomi biru, tidak akan bisa mencukupi gizi masyarakat. Sebab, ada gizi, nutrisi, dan kandungan lainnya yang hanya bisa dihasilkan dari pangan daratan. "Jadi dua-dua nya harus jalan. Menambah produktivitas bisa dengan menaikkan efisiensi yang didukung penggunaan teknologi," katanya.

Pangan Biru

Sementara itu, pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan pangan biru atau blue food merupakan solusi ideal dalam pemenuhan kebutuhan pangan di tengah potensi lonjakan penduduk dunia, dan sebagai negara maritim Indonesia memiliki keunggulan untuk memanfaatkan potensi sumber daya lautnya.

"Blue food bisa dikatakan merupakan masa depan dari pemenuhan pangan Indonesia karena sumber daya laut kita melimpah. Kalau berjalan ini sekaligus menjadi solusi mengurangi impor karena laut kita memiliki potensi besar untuk pangan biru," kata Ramdan.

Sumber daya berlimpah tersebut memberikan peluang besar bagi sektor perikanan dan industri makanan laut. Kelimpahan pangan laut juga menjadi keunggulan karena memungkinkan untuk ikan beregenerasi sehingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasinya, bisa memenuhi konsep pangan yang berkelanjutan.

Dari sisi kesehatan, pemenuhan gizi juga sangat baik karena tinggi protein dan rendah lemak, bisa menjadi diversifikasi pangan untuk pengganti daging atau ayam, dengan harga yang relatif ekonomis. Selain dari hasil tangkapan di lautan, banyak penduduk yang melakukan budi daya tambah seperti di banyak kawasan pesisir, potensi pengembangan blue food sangat luas," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.