Tiongkok dan Uni Eropa Sepakat Jalin Hubungan Perdagangan yang Seimbang
📅 Jumat, 08 Des 2023, 21:38 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDia mendesak Uni Eropa dalam pembicaraan di Diaoyutai State Guesthouse di Beijing untuk "menghilangkan segala jenis campur tangan" dalam hubungan bilateral". Kedua belah pihak perlu mengembangkan "persepsi yang benar" satu sama lain, dan mendorong saling pengertian dan kepercayaan.
Li mengatakan pada pertemuan terpisah bahwa Tiongkok menentang "politisasi dan sekuritisasi luas" masalah ekonomi dan perdagangan yang melanggar norma-norma dasar ekonomi pasar.
"Kami berharap UE akan berhati-hati ketika menerapkan kebijakan ekonomi dan perdagangan yang membatasi dan ketika menggunakan langkah-langkah perbaikan perdagangan untuk menjaga pasar perdagangan dan investasi tetap terbuka," kata Li.
Fokus utama kunjungan UE ini untuk mendesak Xi agar menghentikan perusahaan swasta Tiongkok yang mengekspor barang-barang serbaguna buatan Eropa ke Russia untuk kampanye militernya di Ukraina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Michel mendesak Tiongkok untuk "terlibat secara konstruktif" dalam proposal perdamaian yang diajukan Kyiv, namun para pejabat UE tidak memberikan indikasi adanya pergerakan mengenai masalah ekspor kembali swasta Tiongkok ke Russia.
Tiongkok telah menentang penyelidikan anti-subsidi UE terhadap kendaraan listrik Tiongkok dan kebijakan "pengurangan risiko" UE untuk mengurangi ketergantungannya pada impor Tiongkok, khususnya bahan mentah penting.
Juru bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok, He Yadong, mengatakan Tiongkok yakin penyelidikan tersebut "secara serius mengganggu dan mendistorsi rantai industri otomotif global. "Dan akan berdampak negatif pada hubungan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-UE," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti senior di German Marshall Fund, Noah Barkin, mengatakan, pertemuan puncak tersebut sebagian besar untuk "mengelola perbedaan, dan mencegah terjadinya konfrontasi".
"Pihak UE mencapai tujuan utamanya yaitu menyampaikan keseriusan keprihatinannya terhadap ketidakseimbangan dalam hubungan perdagangan dan dukungan Tiongkok terhadap Russia," ujarnya.
"Tetapi adalah salah jika mengharapkan perubahan fundamental ekonomi dan politik dari Xi Jinping yang diinginkan UE," tuturnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!