Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Mandiri Sebut Batasi Pembiayaan kepada PLTU

📅 Jumat, 08 Des 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Bank Mandiri Sebut Batasi Pembiayaan kepada PLTU Doc: Sumber: Kementerian ESDM

JAKARTA - Perbankan diharapkan mendorong pemanfaatan energi bersih dengan membatasi pemberian kredit atau fasilitas pembiayaan bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Hal ini akan terus berlanjut perlahan guna mendukung proses transisi energi nasional.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar, mengatakan pemangkasan pembiayaan bagi PLTU dan industri batu bara dilakukan secara perlahan untuk bertransisi ke pembiayaan di sektor hijau.

Menurutnya, pembiayaan kepada PLTU dan batu bara tidak bisa langsung dihentikan, tapi harus dilakukan dengan memperhatikan peta jalan transisi energi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Bank mandiri punya komitmen untuk terus mendukung agenda prioritas pemerintah termasuk menjamin ketersediaan energi nasional jadi tidak bisa kita exit dari PLTU ataupun pembiayaan kepada batu bara sebegitu cepat," kata Xandra dalam konferensi pers terkait Mandiri Sustainable Forum 2023 yang dipantau di Jakarta, Kamis (7/12).

Sembari menurunkan portofolio pembiayaan kepada batu bara dan proyek PLTU, Bank Mandiri terus meningkatkan portofolio pembiayaan untuk usaha yang ramah lingkungan di mana hingga September 2023 kredit yang disalurkan Bank Mandiri untuk kegiatan usaha yang ramah lingkungan mencapai 253 triliun rupiah atau 25 persen dari total kredit.

Dari sisi penghimpunan dana, Bank Mandiri telah menerbitkan sustainability bond sebesar 300 juta dollar AS di tahun 2021 dan ESG Repo senilai 500 juta dollar AS di tahun 2022.

"Dan di tahun ini, Bank Mandiri telah menurunkan green bond tahap 1 sebesar lima triliun rupiah yang merupakan bagian dari rencana penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan dana sebesar 10 triliun rupiah," kata Xandra menambahkan.

Bank Mandiri menargetkan dapat mencapai emisi karbon nol dalam kegiatan operasionalnya pada 2030 mendatang.

"Kami telah melakukan langkah strategis dengan melakukan karbon netral inisiatif, antara lain dengan restorasi dan konservasi lahan melalui penanaman pohon kembali," katanya.

Hingga kuartal III-2023, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan sebesar 253 triliun rupiah atau 24,9 persen dari total kredit yang disalurkan. Dari nilai tersebut, pembiayaan ke sektor hijau Bank Mandiri telah menembus 122 triliun rupiah, setara dengan 12 persen dari total penyaluran kredit di periode yang sama.

Penyaluran pembiayaan hijau ini memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai market leader dengan pangsa pasar pembiayaan hijau sekitar 30 persen

Kesenjangan Anggaran

Di kesempatan lain, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi, mengatakan pemerintah Indonesia masih membutuhkan anggaran sebesar 5,7 miliar dollar AS atau sekitar 81,6 triliun rupiah per tahun untuk mendukung transisi ke energi yang ramah lingkungan.

"OJK dan kementerian lainnya terus berdialog tentang bagaimana menyeimbangkan proses transisi menuju ekonomi hijau sambil mempertahankan pertumbuhan," kata Inarno dalam Mandiri Sustainable Forum di Jakarta, Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Dua Petenis Terus Bersaing Menuju Nomor Satu Dunia

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.