Pendidikan Vokasi Perkuat Daya Saing Industri
📅 Selasa, 05 Des 2023, 13:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Istimewa.
JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Masrokhan menegaskan bahwa pendidikan vokasi merupakan kunci daya saing industri nasional.
Hal itu ditegaskan Masrokhan saat menyampaikan sambutannya dalam dalam acara wisuda Politeknik APP Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (5/12). Politeknik APP Jakarta merupakan binaan BPSDMI Kemenperin.
Masrokhan menyampaikan seperti yang disampaikan Direktur Politeknik APP Jakarta, bahwa dari 413 lulusan program Diploma Tiga yang diwisuda pada hari ini, sebanyak 285 orang atau lebih kurang 70% lulusan sudah bekerja. Capaian ini tentunya menggembirakan dan menjadi bukti kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi Industri di Kemenperin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam konsep Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, dan menjadi bagian dari High Income Country. Industri Pengolahan diharapkan sebagai pilar pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045 tersebut.
Kemenperin menyadari betul pentingnya peran SDM dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing sebagai pilar pembangunan. Untuk itulah, Kemenperin melalui BPSDMI terus memperkuat dan mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya saing.
"Saya melihat tidak hanya di Politeknik APP Jakarta saja, unit pendidikan vokasi Kemenperin lainnya juga telah menunjukkan kualitas pendidikan vokasi yang baik, dengan tingginya serapan lulusan yang seluruhnya melalui sertifikasi kompetensi dari BNSP sejak saat wisuda," ucap Masrokhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wisuda hari ini katanya merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian wisuda unit pendidikan Kemenperin yang telah dimulai 26 Agustus di Politeknik Morowali dan diakhiri di Taman Mini. Di tahun 2023 ini, sekolah dan kampus Kemenperin telah meluluskan 5.673 orang dengan tingkat serapan ketika wisuda untuk SMK sebesar 87,34% dan untuk Pendidikan Tinggi sebesar 74,04%.
"Saya minta kepada seluruh unit pendidikan dapat mendorong percepatan serapan hingga 100% pada akhir tahun ini. Selain itu, saya juga mendorong Kepala Satker di lingkungan BPSDMI untuk meningkatkan kapasitas pendidikan di setiap SMK dan Politeknik. Menurut laporan yang saya terima, tahun ini sekolah dan kampus kemenperin mengalami kenaikan penerimaan siswa dan mahasiswa baru sebanyak 10% dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Ini lanjutnya selaras dengan semakin besarnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah dan kampus Kemenperin yang ditunjukkan besarnya animo pendaftar di tahun 2023 yang naik 5% dari tahun yang mencapai 31.211 pendaftar dengan animo sebesar 1:5.
"Saya juga mendengar banyak prestasi dari sekolah dan kampus tidak hanya di tingkat provinsi dan nasional tapi juga mampu bersaing di pasar kerja internasional," paparnya.
SMK Kemenperin masih menjadi SMK terbaik di Indonesia selama 3 tahun berturut - turut, berprestasi dalam Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional dan internasional, menerapkan TVET 4.0, mendapatkan akreditasi pendidikan tinggi unggul, menjadi unit pendidikan yang terakreditasi A sebagai sekolah dan kampus yang link and match dari EKONID Jerman serta mendapat sertifikasi internasional.
Raihan prestasi ini akan mendukung terciptanya kualitas SDM Industri yang kompeten, siap kerja dan berdaya saing global. Ke depan tidak hanya mencetak untuk kebutuhan SDM nasional tapi mampu menembus pasar internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!