Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren Tantangan Ini, Seluruh Mahasiswa TI Indonesia Harus Bisa Ciptakan Kecerdasan Buatan

📅 Selasa, 05 Des 2023, 06:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren Tantangan Ini, Seluruh Mahasiswa TI Indonesia Harus Bisa Ciptakan Kecerdasan Buatan Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, S.Kom memberikan pidato pada gelaran Top Digital Awards 2023, di Raffles Hotel, Jakarta, Senin (4/12/2023).

Jakarta - Keren tantangan ini, Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara, SSi, S.Kom mengarahkan seluruh universitas hingga perguruan tinggi dengan jurusan Teknologi Informasi (TI) dalam Ilmu Komputer dan Teknik Informatika agar mahasiswanya wajib mampu menciptakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Pastinya kalau TI mereka (mahasiswa) wajib bisa membuat produk atausoftware(perangkat lunak) AI sendiri, tidak sekedar menggunakan atau mengoperasikan," kata dia kepada ANTARA ditemui di Jakarta, Senin (4/12) malam.

"Saya arahkan (seluruh universitas dan perguruan tinggi dengan jurusan TI) fokus ke AI semua," Benny menambahkan.

Hal ini tidak mengejutkan. Pasalnya, kemajuan teknologi, utamanya AI saat ini semakin pesat dan besar pengembangannya.

Permintaan pasar akan tenaga kerja TI yang mampu berkecimpung di dunia AI juga semakin tinggi, baik dalam negeri maupun global.

Benny mengatakan, pada dasarnya sejak lama jurusan TI di universitas dan perguruan tinggi memang telah mempelajari AI, yang masuk dalam salah satu kurikulum wajib.

Namun kini, konsentrasi terhadap teknologi tersebut perlu lebih didalami dan menjadi perhatian khusus, mengingat keadaan global saat ini.

"Ini harus, karena memang persaingannya di luar nanti lebih kuat. Karena AI sekarang itu sangat mempermudah manusia bekerja, di segala hal, mulai dari pemanfaatan dunia kedokteran bahkan hingga membantu berantas korupsi," ujar Benny.

Sebelumnya pada Juli lalu perusahaan TI asal Amerika Serikatmembeberkan sejumlah bidang pekerja Indonesia yang paling sering direkrut oleh perusahaan asing, dan bidang teknologi merupakan yang terbanyak, termasuk di dalamnya yang dapat bermain dengan perangkat lunak AI.

Adapun lima bidang pekerjaan teratas yakni insinyur perangkat lunak(software engineer), asisten virtual(virtual assistant), tutor, desainer grafis, dan pengembang perangkat lunak(software developer).

Sementara sebaliknya, lima bidang pekerjaan tenaga kerja asing yang paling sering direkrut oleh perusahaan-perusahaan Indonesia adalahsoftware engineer, manajer teknik(engineering manager),software developer, teknisi data(data engineer), dan teknik industri(quality assurance engineer).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.