Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Bencana, Penjabat Gubernur Sulsel Tinjau Stasiun Pendeteksi Tsunami

📅 Senin, 04 Des 2023, 01:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Bencana, Penjabat Gubernur Sulsel Tinjau Stasiun Pendeteksi Tsunami Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Ket. Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharudin saat meninjau Stasiun Pasang Surut Air Laut sebagai pendeteksi tsunami ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar, Minggu (4/12/2023).

Makassar - Antisipasi bencana, Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Bahtiar Baharuddin meninjau Stasiun Pasang Surut Air Laut sebagai pendeteksi tsunami ke Pelabuhan Perikanan Boddia, Kabupaten Takalar.

"Ini dihadirkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan BMKG dan Kemenhub. Kami menggunakan sensor radar dan sensor pressure untuk menentukan ketinggian air laut," kata Staf Badan Informasi Geospasial Hadi Wijaya di hadapan Pj Gubernur Sulsel pada peninjauan di Takalar, Minggu.

Stasiun Pasang Surut Air Laut merupakan alat yang salah satu fungsinya untuk mendeteksi dini tsunami (Early warning system/Ina-TEWS).

Dia menyampaikan data ini terkirim terus-menerus secara kontinyu ke basis data di BIG di Cibinong, Bogor. Basis datatersebut dibagipakaikan (sharing data) dengan BMKG. Setelah terkirim kalau misalkan ada penurunan air yang signifikan yang turun dari biasanya, BMKG akan menyampaikan pemberitahuan bahwa ada anomali air.

"Sehingga kami nanti di BIG sebagai penyedia data dan BMKG memutuskan dari data tersebut terkait ada atau tidaknya potensi tsunami," katanya.

Penjabat Gubernur SulselBahtiar menyampaikan nelayan Sulsel lebih 200 ribu orang dan Takalar terdapat 16 ribu orang.

Oleh karena banyaknya pencarian kehidupan masyarakat di bidang ini sehingga kelautan dan perikanan menjadi perhatiannya.

Jika bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang ada, kata dia, kesejahteraan Sulsel akan maju.

"Jadi itu semakin membuat kita harus lebih konsentrasi, ternyata pantai kita luas sekali dan panjang sekali serta potensinya besar sekali. Takalar saja 74 kilometer," kata dia.

Ia mengatakan dalam jangka panjang pelabuhan harus dikelola secara profesional, tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD dan APBN, tetapi harus mencari solusi alternatif lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.