Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama untuk Jaga Produksi Padi

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 16:02 WIB | Oleh:
DPKP Kalsel Perkuat Pengendalian Hama untuk Jaga Produksi Padi Doc: ANTARA/Tumpal Andani Aritonang
Ket. Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

BANJARBARU -- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan (DPKP Kalsel) memperkuat pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan menurunkan tim Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) guna mengantisipasi serangan hama sejak fase tanam demi menjaga produksi padi.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman di Banjarbaru, Selasa, mengatakan langkah tersebut menjadi kunci menjaga stabilitas produksi, menyusul potensi serangan hama seperti tungro, wereng cokelat, dan wereng hijau yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak dikendalikan sejak dini.

“Seluruh personel POPT telah dikerahkan melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) untuk melakukan pemantauan intensif di sentra produksi, sekaligus memastikan respons cepat di lapangan guna menekan risiko serangan dan melindungi produktivitas petani,” ujarnya.

Syamsir menekankan pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu melalui pendekatan preventif dan responsif, termasuk penggunaan benih unggul tahan penyakit agar tanaman padi memiliki daya tahan lebih kuat terhadap serangan organisme pengganggu.

Ia menyampaikan varietas unggul seperti Inpari 32 telah diuji coba dan mulai diterapkan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari strategi adaptasi, sehingga tidak hanya menekan potensi serangan hama, tetapi juga menjaga produktivitas tetap optimal di tengah dinamika ancaman di lapangan.

Selain itu, DPKP Kalsel mengakselerasi Gerakan Lahan Pangan Bersertifikat untuk memastikan hasil produksi tidak hanya aman dari gangguan hama, tetapi juga memenuhi standar legalitas, kesehatan, dan daya saing, sehingga memperkuat sistem pangan dari hulu hingga hilir.

Program tersebut, kata dia, terintegrasi dengan kebijakan stabilisasi melalui gerakan pangan murah, sehingga pengendalian hama tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya menyeluruh menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Konsistensi penguatan produksi melalui pengendalian hama dan intervensi teknologi pertanian berkontribusi pada capaian Kalimantan Selatan sebagai peringkat pertama Indeks Ketahanan Pangan nasional 2025 dengan skor 82,” ujarnya.

Pada 2026, pemerintah provinsi setempat menargetkan mempertahankan capaian tersebut dengan memperkuat inovasi berbasis pengendalian risiko produksi, termasuk optimalisasi peran POPT, penggunaan benih unggul, serta peningkatan kualitas sistem produksi pangan daerah.

Berdasarkan capaian 2025, Provinsi Kalimantan Selatan mampu memproduksi padi sekitar 1,2 juta ton, menjadikannya satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mengalami surplus produksi padi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.