Siapkan 'Big Data' dan 'Data Science'
📅 Sabtu, 02 Des 2023, 07:31 WIB | Oleh: Tim RedaksiBagaimana dengan produksi beras kita yang terus menurun?
Tren produksi beras pada periode 2021 hingga 2023 menurun. Pada 2023 terjadi penurunan produksi beras kalau dibandingkan tahun sebelumnya selama periode September-Desember terjadi penurunan 0,06 juta ton. Sedangkan untuk periode Oktober sampai Desember terjadi penurunan produksi beras sebanyak 0,59 juta ton. Sementara sepanjang 2023, BPS memperkirakan penurunan produksi beras mencapai 0,65 juta ton.
Oleh sebab itu, sejak Juli 2023 ini memang terjadi defisit produksi beras. Namun, data tersebut belum mencakup data impor, di mana di Desember diperkirakan terjadi defisit tertinggi yaitu 1,45 juta ton.
Akan tetapi, apabila dijumlahkan dengan data impor, sepanjang 2023 masih tercatat surplus produksi beras. Namun jumlah surplusnya dibandingkan tahun lalu mengalami penurunan. Pada 2022, tercatat beras di Indonesia surplus beras 1,34 juta ton, sedangkan pada 2023 diperkirakan hanya 0,28 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kira-kira bagaimana dengan perdagangan beras dunia?
Tahun ini, memang terjadi keunikan dalam perdagangan beras dunia. Pasalnya, beberapa negara menerapkan restriksi ekspor beras. Salah satunya adalah India yang merupakan salah satu sumber utama impor beras Indonesia.
Negara tersebut menerapkan kebijakan restriksi ekspor untuk mengamankan stok beras di negaranya. Kebijakan restriksi ekspor beras India mulai dilakukan sejak Juli 2022 dan diperkirakan akan berlanjut sampai Desember 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan catatan BPS, impor beras Indonesia dari India pun mulai menghilang digantikan dari negara lainnya. Pangsa nilai impor beras Indonesia berdasarkan negara 2023 berubah, yakni 74,06 persen beras impor Indonesia berasal dari Vietnam, lalu 24,35 persen dari Thailand, dan 0,39 persen dari India.
Adapun per Oktober 2023, masih jadi penyumbang utama inflasi tertinggi, disusul andil komoditas cabai rawit dan cabai merah. Beras yang inflasinya 1,72 persen secara bulanan, memberikan andil inflasi sebesar 0,06 persen dari 0,17 persen inflasi bulanan.

Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!