Siapkan 'Big Data' dan 'Data Science'
📅 Sabtu, 02 Des 2023, 07:31 WIB | Oleh: Tim RedaksiPertumbuhan ini utamanya didorong oleh konsumsi rumah tangga. Namun, tercatat konsumsi rumah tangga di triwulan III-2023 hanya tumbuh sebesar 2,63 persen yoy, atau melambat dibandingkan pada triwulan II-2023 yang tumbuh 5,51 persen.
Atas kondisi ini, pertumbuhan ekonomi di triwulan III-2023 pun ikut terdampak. Kontribusi ini sebenarnya relatif kecil dibandingkan dengan triwulan lalu, karena konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya di triwulan II.
Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi terjadi pada transportasi dan komunikasi, tecermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan penumpang angkutan rel, laut, dan udara, serta restoran dan hotel yang tecermin dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel.
Kemudian, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh positif yaitu sebesar 1,81 persen. Di dorong oleh kelompok barang modal bangunan, kendaraan, CBR, dan produk kekayaan intelektual.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertumbuhan PMTB juga dipengaruhi oleh meningkatnya nilai konstruksi, peningkatan impor kendaraan berupa pesawat terbang dan kapal laut, serta belanja modal pemerintah tumbuh positif.
Selain itu, konsumsi LNPRT (lembaga non-profit rumah tangga) dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,07 persen, didorong oleh peningkatan aktivitas partai politik menjelang Pemilu 2024. Meski demikian, ekspor mengalami kontraksi, terutama komoditas nonmigas, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, dan mesin/peralatan listrik, serta ekspor barang migas, seperti gas alam, hasil minyak dan minyak mentah. Sedangkan ekspor jasa tumbuh positif, seiring peningkatan jumlah wisman dan devisa masuk dari luar negeri.
Di tengah perlambatan ini, sektor mana yang menyelamatkan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut lapangan usaha, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,06 persen. Kontribusi industri pengolahan ini lebih tinggi dari kuartal III-2022 dan kuartal II-2023. Selain industri pengolahan, sumber pertumbuhan lainnya adalah perdagangan sebesar 0,66 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 0,61 persen, serta konstruksi sebesar 0,60 persen.
Kontribusi industri pengolahan ini sejalan dengan kinerja PMI Manufaktur Indonesia. PMI Manufaktur Indonesia pada Oktober 2023 menggenapkan selama 25 bulan berturut-turut.
Bagaimana dengan jumlah wisman yang berkunjung ke RI?
Secara kumulatif hingga Agustus 2023, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mengalami peningkatan sebesar 166,12 persen dibandingkan dengan total kunjungan pada periode yang sama pada 2022.
Pada Agustus 2023 sudah mencapai 7,44 juta kunjungan, sedangkan pada periode yang sama tahun 2022 hanya mencapai 2,79 juta kunjungan.
Hingga bulan ke delapan 2023, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia telah melampaui total kunjungan keseluruhan pada 2022 yaitu sebanyak 5,89 juta kunjungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!