Beras Tetap Beri Andil Terbesar Inflasi November 2023
📅 Sabtu, 02 Des 2023, 05:39 WIB | Oleh: Tim RedaksiKendati demikian, kata Huda, yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) adalah harga di tingkat konsumen masih meningkat, artinya transmisi penurunan harga di tingkat produsen ke konsumen tidak terjadi dengan baik.
Di tingkat konsumen harga beras masih meningkat walaupun tipis. "Di sini perlu peran dari Bulog untuk bisa menurunkan harga di tingkat konsumen seiring dengan penurunan harga gabah. Bisa melalui operasi pasar/SPHP program (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang lebih kencang," ungkap Huda.
Impor Beras
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan kenaikan harga beras karena supply shock di pasar global (stok beras berkurang di pasar global karena dampak El Nino)," ungkap Esther.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu mempengaruhi volume beras di negara-negara produsen beras termasuk Indonesia, tetapi supply shock ini tidak berlangsung lama karena pemerintah mengimpor beras lebih banyak sehingga berhasilkan menurunkan harga beras.
Apalagi pemerintah mengadakan kebijakan beras gratis sampai 2024. Tentu saja ini membuat harga beras turun dan terjadi deflasi. "Kebijakan ini, menurut saya, tidak sustain, hanya kebijakan populis. Seharusnya pemerintah memberi solusi bahwa Indonesia tidak impor beras lagi karena bisa swasembada beras," tegas Esther.
Pengamat pedesaan dari Universitas Brawijaya, Malang, Imron Rozuli, mengatakan harga beras diperkirakan baru akan stabil dan terkendali pada Januari 2024, karena sudah terjadi normalisasi. Panen sudah berlangsung di wilayah lumbung pangan maupun sebaran wilayah lainnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan masih banyaknya kota yang mengalami inflasi beras menandakan program lumbung pangan belum berjalan dengan efektif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!