Israel dan Hamas Sepakat untuk Memperpanjang Gencatan Senjata selama Dua Hari Lagi
📅 Selasa, 28 Nov 2023, 03:39 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLebih dari 13.300 warga Palestina telah tewas sejak perang dimulai, sekitar dua pertiga dari mereka adalah perempuan dan anak di bawah umur, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, yang tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan. Lebih dari 1.200 orang tewas di pihak Israel, sebagian besar warga sipil tewas dalam serangan awal. Setidaknya 77 tentara tewas dalam serangan darat Israel.
Ketenangan akibat gencatan senjata memberikan gambaran sekilas tentang kehancuran yang ditimbulkan oleh pemboman Israel selama berminggu-minggu yang meratakan seluruh lingkungan.
Rekaman menunjukkan sebuah kompleks yang terdiri dari beberapa lusin bangunan tempat tinggal bertingkat yang telah hancur menjadi reruntuhan di kota utara Beit Hanoun. Hampir setiap bangunan hancur atau rusak parah, beberapa di antaranya hanya tinggal kerangka beton yang setengah roboh. Di sekolah PBB terdekat, bangunannya masih utuh namun sebagian terbakar dan berlubang.
Serangan Israel telah memaksa tiga perempat penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka, dan kini sebagian besar dari 2,3 juta penduduknya mengungsi ke wilayah selatan. Lebih dari 1 juta orang tinggal di tempat penampungan PBB. Militer Israel telah melarang ratusan ribu warga Palestina yang melarikan diri ke selatan untuk kembali ke utara.
Hujan dan angin menambah kesulitan pengungsi Palestina yang berlindung di kompleks rumah sakit Al-Aqsa di Gaza tengah. Warga Palestina yang mengenakan mantel memanggang roti pipih di atas api darurat di antara tenda-tenda yang didirikan di tanah berlumpur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Alaa Mansour mengatakan kondisinya sangat buruk.
"Pakaianku basah semua dan aku tidak bisa menggantinya." kata Mansour yang merupakan penyandang disabilitas.
"Saya belum minum air selama dua hari, dan tidak ada kamar mandi yang bisa digunakan".
Sebaiknya Anda baca juga:
PBB mengatakan, gencatan senjata memungkinkan peningkatan pengiriman makanan, air dan obat-obatan ke volume terbesar sejak dimulainya perang. Namun jumlah truk yang dikirimkan sebanyak 160 hingga 200 truk per hari masih kurang dari setengah jumlah yang diimpor dari Gaza sebelum terjadinya pertempuran, bahkan ketika kebutuhan kemanusiaan meningkat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!